Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 16 Feb 2026 19:46 WITA ·

Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA)


Deklarasi Komitmen Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA) Perbesar

AFILIASI ESG INDONESIA resmi dideklarasikan sebagai wadah kolaboratif fasilitator dan konsultan untuk memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Afiliasi ini bertujuan membangun standar, kompetensi, dan tata kelola ESG yang terstruktur melalui sinergi lintas sektor guna mendukung pembangunan berkelanjutan.

Bogor, 16 Februari 2026 – Komitmen untuk memperkuat
penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di
Indonesia kian menemukan momentumnya. Hal ini ditandai dengan dideklarasikannya
Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia
(AFILIASI ESG INDONESIA) melalui kegiatan bertajuk Declaration of
Commitment: Establishing a Collaborative ESG Movement in Indonesia
yang
diselenggarakan pada Senin, 16 Februari 2026, bertempat di Pondok Kemangi
Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Deklarasi ini menjadi tonggak
penting lahirnya sebuah wadah kolaborasi strategis yang menghimpun para
inisiator, praktisi keberlanjutan, profesional lintas sektor, serta pegiat
tanggung jawab sosial dan lingkungan. Kehadiran AFILIASI ESG INDONESIA diharapkan
mampu menjembatani sinergi multipihak dalam mendorong implementasi ESG yang
lebih terstruktur, terukur, dan berdampak nyata bagi pembangunan nasional
berkelanjutan.

Rangkaian acara diawali dengan
pembukaan oleh Master of Ceremony, dilanjutkan sesi perkenalan singkat
yang dipandu oleh Ahmar Ihsan Rangkuti, yang membangun semangat semangat
kolaboratif asosiasi.

Momentum pendirian dipertegas dengan dipilihnya Nawir Sikki sebagai Ketua Badan Pengurus. Dalam kata pengantar rapat pendirian ia menekankan pentingnya kehadiran sebuah platform bersama yang tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga motor penggerak aksi nyata ESG di Indonesia. Afiliasi ini dibangun atas dasar kesadaran kolektif bahwa tantangan keberlanjutan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan melalui orkestrasi kolaboratif lintas pemangku kepentingan. Oleh karena itu, Afiliasi ini diinisiasi dari berbagai latar belakang profesi dan sektor serta lembaga.

“Dorongan utama lahirnya afiliasi ini adalah kebutuhan akan penguatan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola berkelanjutan yang kini telah menjadi instrumen yang diadopsi secara global. Indonesia harus mempersiapkan diri agar isu ini terinternalisasi secara strategis, terstandarisasi dengan baik, serta didukung oleh sumber daya manusia yang benar-benar kompeten,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas terpilih, Hendra Ikhwan. Ia menyoroti urgensi penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas dalam setiap gerakan ESG. Menurutnya, tata kelola yang baik menjadi fondasi utama agar implementasi ESG tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam praktik kelembagaan dan dunia usaha.

“Kami berharap dengan hadirnya AFILIASI ESG INDONESIA, para fasilitator dan konsultan dapat terhimpun dalam satu wadah yang solid, saling bersinergi, dan membangun sistem yang rapi dalam ekosistem ESG di Indonesia. Dengan standar yang tinggi dan tata kelola yang profesional, AFILIASI ESG INDONESIA diharapkan menjadi bagian penting dalam penguatan praktik ESG di masa depan,” demikian ditegaskannya.

Arahan strategis kemudian disampaikan oleh Indra, Ketua Badan Pengarah. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa masa depan pembangunan Indonesia sangat ditentukan oleh sejauh mana prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola diintegrasikan dalam kebijakan maupun praktik bisnis. Ia juga mendorong agar AFILIASI ESG INDONESIA mampu menjadi mitra konstruktif pemerintah dan sektor swasta dalam merumuskan arah kebijakan keberlanjutan.

“Saya optimistis inisiatif ini akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi Indonesia ke depan. Ketika kita mampu bergandengan tangan, menyatukan berbagai potensi dan kekuatan yang ada, maka sinergi tersebut akan menghadirkan dampak yang lebih besar, baik bagi lingkungan, aspek sosial, maupun tata kelola yang lebih baik secara global,” ia menekankan.

Forum deklarasi turut diwarnai sesi dialog interaktif yang menghadirkan pertukaran gagasan, pengalaman, serta proyeksi program kerja. Para peserta mendiskusikan peluang, tantangan, serta strategi implementasi ESG di berbagai sektor, mulai dari industri, keuangan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Piagam Pendirian dan Berita Acara Pendirian AFILIASI ESG INDONESIA sebagai simbol komitmen bersama. Penandatanganan ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan peneguhan tekad kolektif untuk membangun gerakan ESG yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui deklarasi AFILIASI ESG INDONESIA diharapkan menjadi katalisator penguatan ekosistem ESG nasional yang mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab, pembangunan sosial yang berkeadilan, serta pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Lebih jauh, afiliasi ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pencapaian agenda pembangunan nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia secara global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 966 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis