Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 16 Feb 2026 12:25 WITA ·

Kementerian PU Siap Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren–Kutacane untuk Pulihkan Konektivitas Gayo Lues


Kementerian PU Siap Tangani Perbaikan Jalan Provinsi Blangkejeren–Kutacane untuk Pulihkan Konektivitas Gayo Lues Perbesar

JAKARTA, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan penanganan infrastruktur konektivitas yang terdampak bencana di Provinsi Aceh. Langkah ini mencakup penanganan pada ruas jalan provinsi Blangkejeren – Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining di Kabupaten Gayo Lues.

Keterlibatan Kementerian PU dalam penanganan jalan
daerah ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah
daerah, khususnya dalam situasi darurat pascabencana. Dukungan ini dilaksanakan
secara sinergis tanpa mengesampingkan tanggung jawab utama Kementerian dalam
menjaga kemantapan konektivitas jalan nasional.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menekankan bahwa
pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi
darurat. Hal ini mengingat peran vital jalan dan jembatan sebagai tulang
punggung aktivitas masyarakat serta jalur distribusi logistik.

“Konektivitas adalah urat nadi kehidupan
masyarakat. Dalam kondisi bencana, yang terpenting adalah memastikan akses
tetap terbuka agar mobilitas warga, bantuan kemanusiaan, dan distribusi
logistik tidak terhenti,” kata Menteri Dody.

Guna mendukung pemulihan ruas jalan provinsi
Blangkejeren–Kutacane yang menghubungkan wilayah Pining, Kementerian PU melalui
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah bergerak cepat dengan
memobilisasi alat berat secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menangani
kondisi darurat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Fokus penanganan saat ini berada di ruas
Blangkejeren–Kutacane, tepatnya di kawasan Ramung Musara, Kecamatan Putri
Betung, Kabupaten Gayo Lues. Titik awal penanganan dimulai dari Ae Bobo,
Blangkejeren, dan Tetumpun. Sebanyak empat unit alat berat telah disiagakan dan
dimobilisasi dari dua arah berlawanan untuk mempercepat akses, yakni dua unit
dari arah Pining dan dua unit dari arah Lokop.

Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, menjelaskan
bahwa intervensi Kementerian PU terhadap jalan provinsi dilakukan secara
terukur dengan tetap memperhatikan progres penanganan jalan nasional.

“Kementerian PU memberikan bantuan penanganan
jalan provinsi secara bertahap dengan melihat kebutuhan di lapangan serta
progres pekerjaan penanganan jalan nasional yang sedang kita tangani. Saat ini
alat berat siap dimobilisasi untuk penanganan lanjutan menuju Pining,” ujar
Heri.

Sejalan dengan dukungan pada jalan provinsi,
Kementerian PU terus mengakselerasi pemulihan jaringan jalan nasional di
wilayah Gayo Lues dan sekitarnya. Hingga kini, progres di lapangan menunjukkan
hasil yang signifikan dengan pulihnya fungsi sejumlah ruas strategis. Ruas
Batas Aceh Tengah/Gayo Lues – Blangkejeren, misalnya, telah fungsional dan
dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat sejak 21 Desember 2025.

Kondisi serupa juga terlihat pada ruas
Blangkejeren – Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang telah kembali fungsional
untuk kendaraan roda dua dan empat sejak 9 Januari 2026 pascabencana longsor.
Sementara itu, konektivitas pada ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara – Kota
Kutacane telah terhubung kembali melalui penanganan longsor dan pemasangan
Jembatan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I, seiring dengan progres
pembangunan jembatan permanen yang terus berjalan.

Selain itu, pemulihan fungsi jalan juga telah
dilakukan pada sejumlah ruas nasional lainnya di Aceh, mencakup koneksi
Bireuen, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Tenggara, hingga Takengon. Penanganan
dilakukan melalui tindakan darurat, pemasangan Jembatan Bailey, serta
pembangunan jembatan permanen.

Kementerian PU meyakini bahwa sinergi antara pusat
dan daerah adalah kunci utama dalam percepatan pemulihan pascabencana. Dukungan
teknis dan alat berat di Gayo Lues diharapkan mampu membuka kembali akses
masyarakat, memperlancar distribusi logistik, serta memulihkan denyut sosial
dan ekonomi di wilayah terdampak.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 945 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

PURANA Mengobarkan Gerakan Kebanggaan Nasional Ekonomi Sirkular “Renjana Perca” di Grand Indonesia: Merayakan 17 Tahun Kolaborasi dan Kemerdekaan Berkarya Seniman Indonesia

15 Agustus 2026 - 16:16 WITA

Dari Udara ke Lapangan, Polda NTT Gerak Cepat Tangani Gempa Flores, Evakuasi, Buka Akses, hingga Pastikan Bantuan Tiba

15 Agustus 2026 - 15:22 WITA

Trending di Bisnis