Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Feb 2026 09:06 WITA ·

Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon


Bersama Pertamina Group, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong dan Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon Perbesar

PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina (Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik ESG dan pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang pertumbuhan bisnis baru berbasis green energy di lingkungan Pertamina Group.

Cilegon, 14 Februari
2026
– PT Elnusa
Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) yang tergabung dalam
Subholding Upstream Pertamina, mendukung implementasi inisiatif Green Terminal
di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Banten. Peresmian oleh PT Pertamina
(Persero) ini menjadi tonggak penting dalam penguatan praktik ESG dan
pengembangan ekosistem energi rendah karbon, sekaligus membuka ruang
pertumbuhan bisnis baru berbasis green energy di lingkungan Pertamina Group.

Keterlibatan Elnusa Petrofin merupakan bagian dari strategi jangka
panjang Elnusa dalam memperluas portofolio low carbon business dan memperkuat
positioning sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang adaptif terhadap
transisi energi. Langkah ini mencerminkan komitmen Elnusa Group dalam
menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham melalui diversifikasi
bisnis yang selaras dengan tren global dekarbonisasi dan roadmap Net Zero
Emission (NZE) 2060.

Program Green Terminal dirancang sebagai skema sertifikasi fasilitas
pelabuhan berbasis delapan pilar keberlanjutan, mencakup sistem manajemen
lingkungan, infrastruktur berstandar internasional, digitalisasi operasional,
teknologi ramah lingkungan, ekonomi sirkuler, pengendalian kualitas lingkungan,
perlindungan biodiversitas, serta penguatan kapasitas SDM. Implementasi standar
ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat daya
saing aset energi nasional di tengah tuntutan pasar global yang semakin
ESG-driven.

Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis PT Pertamina (Persero),
Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa Green Terminal merupakan bagian dari
pengembangan ekosistem green energy dan implementasi Roadmap NZE 2060
Pertamina. “Inisiatif ini sekaligus sebagai upaya memperkuat daya saing
perusahaan dalam menghadapi tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih
bertanggung jawab,” ujarnya.

Terminal LPG Tanjung Sekong dipilih sebagai proyek percontohan mengingat
perannya yang strategis dalam infrastruktur energi nasional, dengan kontribusi
sekitar 35–40 persen terhadap kebutuhan LPG nasional, kapasitas penyimpanan
98.000 metrik ton, dan dermaga berkapasitas hingga 65.000 DWT. Transformasi
terminal ini menjadi Green Terminal memperkuat fondasi keberlanjutan pada salah
satu aset energi paling vital di Indonesia.

Dalam proyek ini, Elnusa Petrofin berperan sebagai mitra logistik dalam
rantai nilai green energy Pertamina, khususnya mendukung distribusi Green
Hydrogen yang diproduksi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) dari panas
bumi Ulubelu. Green Hydrogen tersebut dimanfaatkan untuk mendukung operasional
pembangkit listrik rendah karbon milik PT Pertamina Energy Terminal (PET) di
Tanjung Sekong, mencerminkan sinergi hulu–hilir dalam ekosistem energi bersih.

Pemanfaatan pembangkit listrik berbasis Green Hydrogen ini ditargetkan
mampu memenuhi hingga 25 persen kebutuhan listrik operasional terminal dan
menurunkan emisi tidak langsung (Scope 2). Bagi Elnusa Group, partisipasi dalam
rantai distribusi energi rendah karbon ini menjadi pijakan awal untuk
memperluas kapabilitas logistik energi bersih, sekaligus membuka potensi
recurring revenue di segmen transisi energi.

Direktur Utama PT Elnusa Petrofin, Doni Indrawan, menegaskan bahwa
dukungan terhadap Green Terminal merupakan bagian dari transformasi bisnis
Elnusa Petrofin menuju layanan logistik energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas entitas Pertamina Group, implementasi Green Terminal
Tanjung Sekong diharapkan menjadi model infrastruktur energi rendah karbon yang
tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga memperkuat value
creation Elnusa dalam era transisi energi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1,057 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bitcoin Tertekan di US$63.000, FLOQ Ungkap Peluang Rebound hingga Akhir 2026

16 Agustus 2026 - 10:18 WITA

Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

16 Agustus 2026 - 09:00 WITA

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

Trending di Bisnis