Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 13 Feb 2026 17:30 WITA ·

Telkom AI Center of Excellence Dukung Peluncuran Program Gig Economy, Perkuat Peran AI dalam Pengembangan Talenta Digital


Telkom AI Center of Excellence Dukung Peluncuran Program Gig Economy, Perkuat Peran AI dalam Pengembangan Talenta Digital Perbesar

Telkom AI Center of Excellence menegaskan komitmennya dalam mendukung peluncuran Program Gig Economy melalui penguatan peran kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing talenta digital Indonesia di tengah transformasi ekonomi berbasis proyek dan teknologi.

Bandung, 29–30 Januari 2026 — Rangkaian kegiatan Program Gig Economy yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia diawali dengan sesi talkshow pada Rabu, 29 Januari 2026, sebagai ruang diskusi terbuka antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam membahas kesiapan talenta digital Indonesia menghadapi perubahan dunia kerja berbasis proyek dan ekonomi digital.

Talkshow ini menjadi forum strategis untuk menggali peluang dan tantangan gig economy serta peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam membentuk ekosistem kerja masa depan. Diskusi menghadirkan beragam perspektif lintas sektor yang menyoroti pentingnya penguatan keterampilan, adaptabilitas talenta, dan kolaborasi ekosistem dalam menjawab dinamika ekonomi digital yang terus berkembang.

Telkom AI Center of Excellence Melalui AI Connect Berbagi Perspektif Industri dalam Talkshow

Dalam sesi talkshow tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect sekaligus perwakilan dari Telkom AI Center of Excellence, hadir sebagai salah satu narasumber. Mizan memaparkan bagaimana gig economy membuka ruang yang luas bagi talenta digital untuk mengembangkan keahlian melalui proyek-proyek berbasis skill, sekaligus membangun portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri.

Ia juga menekankan bahwa penguasaan AI menjadi faktor krusial agar talenta muda tidak hanya berperan sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai alat strategis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, dan daya saing di era ekonomi digital.

Diskusi ini turut menghadirkan James Karnadi, CEO Aman-innov8, yang memberikan pandangan mengenai penguatan ekosistem inovasi serta peran teknologi digital dalam mendorong pertumbuhan bisnis. Yonathan Yeremia, CEO Solusindo SiDIk Digital, memberikan wawasan praktis terkait pengembangan solusi digital yang berangkat dari kebutuhan nyata pasar. Dari sisi akademisi, Muhammad Yorga Permana, Associate Professor di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), melengkapi diskusi dengan pandangan akademis mengenai tren pekerjaan digital dan implikasi gig economy terhadap pengembangan talenta masa depan.

Melalui sesi talkshow ini, peserta mendapatkan gambaran komprehensif mengenai bagaimana gig economy dan AI saling beririsan dalam menciptakan peluang kerja baru, sekaligus menuntut kesiapan kompetensi yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Launching Program Gig Economy dan Sambutan Para Pemangku Kepentingan

Rangkaian kegiatan berlanjut pada Kamis, 30 Januari 2026, dengan Launching Program Gig Economy secara resmi oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Momentum ini menandai komitmen pemerintah dalam mempercepat pengembangan talenta ekonomi digital melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menjelaskan bahwa gig economy memiliki karakter utama berupa kontrak jangka pendek, fleksibilitas waktu dan lokasi kerja, serta pemanfaatan platform digital. Karakter tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda dalam memasuki dunia kerja yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.

Dari perspektif pendidikan tinggi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menegaskan bahwa gig economy berpotensi menjadi model sekaligus ikon lahirnya pusat-pusat ekonomi baru. Ia menekankan pentingnya kolaborasi triple helix antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri sebagai kunci keberhasilan program, serta berharap inisiatif ini dapat direplikasi di berbagai kampus di Indonesia.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam menyiapkan talenta unggul. Ia menekankan bahwa mahasiswa dan alumni memiliki peran penting sebagai penggerak ekosistem, baik sebagai profesional independen, pendiri startup, mentor, maupun inovator, sehingga kampus perlu terus menjadi pusat inovasi dan mitra aktif pemerintah serta industri.

Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengingatkan bahwa potensi gig economy harus diiringi dengan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan. Menurutnya, program ini tidak cukup berhenti pada tahap peluncuran, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan dan ekonomi daerah.

Pada hari yang sama, rangkaian kegiatan juga dilanjutkan dengan soft launching AI Open Innovation Challenge, yang semakin mempertegas sinergi antara pengembangan kecerdasan buatan dan pemberdayaan sumber daya manusia sebagai fondasi ekonomi digital nasional.

Dukungan Telkom AI Center of Excellence

Sebagai bagian dari ekosistem digital nasional, Telkom AI Center of Excellence menyambut positif peluncuran Program Gig Economy dan rangkaian diskusi yang menyertainya. Partisipasi Telkom melalui inisiatif AI Connect sejalan dengan fokus pemerintah dalam mempercepat literasi digital dan pemanfaatan AI secara aplikatif bagi generasi muda dan pelaku usaha.

Telkom AI Center of Excellence meyakini bahwa kolaborasi lintas sektor yang tercermin dalam program ini akan memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan talenta digital Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing di masa depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 936 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bitcoin Tertekan di US$63.000, FLOQ Ungkap Peluang Rebound hingga Akhir 2026

16 Agustus 2026 - 10:18 WITA

Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

16 Agustus 2026 - 09:00 WITA

Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

15 Agustus 2026 - 22:15 WITA

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

15 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Apakah AI yang Semakin Kuat Selalu Lebih Baik? Studi tentang Batas Human-AI Collaboration dalam Co-Creation Iklan Generative AI

15 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Iklan E-Commerce Indonesia Boros tapi Tidak Konversi? Tigo AI Menggerakkan Jutaan Kreator Biasa agar Setiap Rupiah Anggaran Terlihat Hasilnya

15 Agustus 2026 - 16:35 WITA

Trending di Bisnis