Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 5 Feb 2026 16:41 WITA ·

Mengenal “OMG” dari Avonetiq, Strategi agar Brand Muncul di Jawaban AI


Mengenal “OMG” dari Avonetiq, Strategi agar Brand Muncul di Jawaban AI Perbesar

Cara kerja pencarian digital tengah mengalami transformasi besar. Avonetiq memperkenalkan metode OMG (Optimize → Manifest → Generative), sebuah pendekatan strategis yang dirancang agar brand tidak hanya muncul di pencarian, tetapi dipilih dan dikutip oleh Google AI Overviews serta mesin jawaban berbasis AI.

Cara kerja pencarian digital tengah mengalami transformasi besar. Pengguna internet kini semakin sering mendapatkan jawaban langsung dari mesin pencari berbasis kecerdasan buatan, alih-alih mengklik daftar tautan hasil pencarian tradisional.

Perubahan ini berdampak langsung pada perilaku pengguna. Pew Research Center (2025) mencatat bahwa ketika AI Overview muncul di hasil pencarian, pengguna hanya melakukan klik tautan tradisional sekitar 8% kunjungan, dibandingkan 15% pada pencarian tanpa AI Overview. Artinya, nilai strategis peringkat teratas di mesin pencari menurun hampir 50%.

“Selama ini brand berlomba-lomba mengejar peringkat. Padahal sekarang, meskipun berada di posisi teratas, belum tentu dilihat, apalagi dipilih,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner Avonetiq.

Situasi ini menciptakan risiko baru bagi brand: Jika tidak menjadi sumber yang dipercaya AI, maka brand berpotensi tidak terlihat sama sekali.

Menjawab tantangan tersebut, Avonetiq, Digital Authority Firm asal Indonesia, memperkenalkan metode OMG (Optimize → Manifest → Generative), sebuah pendekatan strategis yang dirancang agar brand tidak hanya muncul di pencarian, tetapi dipilih dan dikutip oleh Google AI Overviews serta mesin jawaban berbasis AI lainnya.

Apa Itu Metode OMG dari Avonetiq?

Metode OMG adalah kerangka kerja terstruktur yang dirancang oleh Alexandro Wibowo, Co-Founder & Managing Partner Avonetiq, untuk membangun otoritas digital di era answer engine:

1. Optimize

Membangun pondasi teknis dan struktur data agar brand dapat dibaca dan dipahami secara akurat oleh sistem AI, mulai dari data, struktur, hingga sinyal kredibilitas digital.

2. Manifest

Berfokus pada pembuatan konten answer-ready yang secara langsung menjawab pertanyaan audiens, sehingga berpeluang besar dikutip sebagai sumber jawaban AI

3. Generative

Membangun bukti eksternal melalui publikasi media, data orisinal, dan validasi pihak ketiga agar AI memprioritaskan brand sebagai rujukan utama.

“AI nggak nilai siapa yang paling ramai, tapi siapa yang paling jelas, konsisten, dan bisa diverifikasi. Konten dan sumber eksternal harus dirancang untuk menjawab pertanyaan secara eksplisit agar masuk di jawaban AI,” jelas Alexandro.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 963 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

16 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis