Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 3 Feb 2026 14:49 WITA ·

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif


Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan  Strategi Pembiayaan Kompetitif Perbesar

Jakarta, 3 Februari 2025 – Memasuki awal tahun 2026, industri pembiayaan otomotif masih dihadapkan pada dinamika pasar yang menantang. Usai lonjakan transaksi di penghujung tahun, masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dan perhitungan dalam memilih produk pembiayaan otomotif. Penyesuaian harga kendaraan, ketidakpastian ekonomi, serta kehati-hatian dalam mengelola pengeluaran pasca-pergantian tahun turut memengaruhi kinerja pembiayaan kendaraan bermotor.

Dalam konteks tersebut, PT BRI Finance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkapkan dua tantangan utama yang dihadapi industri multifinance dalam pembiayaan mobil baru. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa tantangan pertama berasal dari sisi permintaan yang melemah seiring sikap konsumen yang semakin berhati-hati. Tantangan kedua berkaitan dengan penyesuaian harga kendaraan yang berdampak langsung pada keputusan pembelian.

“Kondisi ini membuat persaingan di industri pembiayaan menjadi semakin ketat dan menuntut pengelolaan risiko yang lebih cermat dan prudent,” ujar Dhani.

Untuk merespons kondisi tersebut, BRI Finance melakukan penyesuaian strategi secara selektif, termasuk menerapkan skema pricing yang lebih kompetitif dan disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Selain itu, perusahaan juga memberikan fleksibilitas tenor pembiayaan serta penyesuaian uang muka (down payment/DP) guna menjaga keterjangkauan bagi nasabah tanpa mengabaikan kualitas portofolio. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga penyaluran pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil baru oleh industri multifinance terkontraksi sebesar 4,65% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp142,59 triliun. Menanggapi tren tersebut, BRI Finance menilai penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain penyesuaian harga jual kendaraan di pasar, perubahan preferensi konsumen yang mulai mengarah pada alternatif kendaraan yang lebih hemat energi, serta ketidakpastian ekonomi yang mendorong konsumen menunda pembelian jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasar tersebut, BRI Finance memproyeksikan bahwa pada 2026 segmen pembiayaan kendaraan niaga ringan, segmen produktif, serta kebutuhan mobilitas yang terjangkau akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan segmen mobil penumpang premium. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menyesuaikan strategi produk dan segmentasi nasabah untuk menangkap peluang pertumbuhan secara selektif dan berkelanjutan.

Saat ini, kontribusi pembiayaan mobil baru BRI Finance terhadap total portofolio tercatat sebesar 40,05%, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 9,87%. Permintaan saat ini cenderung mengarah pada kendaraan dengan total biaya kepemilikan yang lebih rendah, seperti Low Cost Green Car (LCGC), serta kendaraan yang fungsional untuk kebutuhan keluarga dan aktivitas harian, khususnya segmen SUV. Dhani menambahkan, “Minat terhadap kendaraan listrik memang mulai berkembang, namun belum menjadi dominan. Pergeseran preferensi ini turut memengaruhi komposisi pembiayaan mobil baru maupun bekas di pasar.”

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

16 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis