Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 22 Jan 2026 11:16 WITA ·

Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design


Melalui Program Study Abroad BINUS UNIVERSITY, Ashley Patricia Menemukan Perspektif Global Interior Design Perbesar

Mahasiswa Program Interior Design BINUS University kembali membuktikan kesiapan mereka untuk belajar dan berkembang di kancah global melalui pengalaman study abroad. Salah satunya adalah Ashley Patricia Hawindy, mahasiswa Interior Design BINUS @Kemanggisan, yang berkesempatan mengikuti program study abroad di Nagoya University of Foreign Studies (NUFS), Jepang.

Selama menjalani satu semester perkuliahan di NUFS, Ashley tidak hanya mengikuti mata kuliah yang berfokus pada budaya dan bahasa Jepang, tetapi juga terlibat dalam berbagai program ekskursi yang diselenggarakan oleh kampus. Melalui kegiatan tersebut, ia dapat melihat dan merasakan langsung kehidupan masyarakat Jepang—mulai dari kebiasaan sehari-hari, etika sosial, pola komunikasi, hingga nilai-nilai budaya yang dianut. Pengalaman belajar ini membuat proses akademik terasa lebih utuh karena terintegrasi dengan pemahaman kontekstual di lapangan.

Ketertarikan Ashley terhadap budaya Jepang telah tumbuh sejak kecil. Keinginannya untuk merasakan langsung kehidupan dan sistem pendidikan di Jepang, serta tantangan untuk hidup mandiri di luar negeri, menjadi motivasi utama mengikuti program study abroad. Kesempatan ini semakin terbuka berkat dukungan BINUS University yang menyediakan berbagai jalur pengalaman internasional bagi mahasiswanya.

Dalam proses adaptasi, Ashley sempat merasakan kekhawatiran harus tinggal sendiri di negara asing. Namun, pertemuan dengan mahasiswa internasional dari berbagai negara, serta keramahan mahasiswa domestik Jepang, dosen, dan staf kampus NUFS, membantunya melewati fase tersebut. Lingkungan yang suportif membuatnya perlahan merasa nyaman dan mampu beradaptasi dengan budaya serta sistem pembelajaran yang baru.

Tantangan terbesar yang dihadapi Ashley selama di Jepang adalah keterbatasan bahasa. Dengan kemampuan bahasa Jepang yang masih dasar, ia harus berusaha lebih keras dalam berkomunikasi dan mengikuti perkuliahan. Meski demikian, sikap terbuka dan kemauan untuk terus mencoba berinteraksi, ditambah kesabaran lingkungan sekitarnya, menjadi kunci utama dalam proses adaptasi tersebut.

Salah satu momen paling berkesan bagi Ashley adalah welcome party yang diselenggarakan oleh kampus. Sambutan hangat dari mahasiswa Jepang dan komunitas internasional membuat rasa takutnya perlahan hilang dan menjadi titik awal tumbuhnya kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan selama tinggal dan belajar di luar negeri.

Pengalaman study abroad ini turut membuka wawasan Ashley mengenai rencana masa depannya. Ia kini tengah mengeksplorasi berbagai kemungkinan, termasuk peluang untuk kembali ke Jepang guna memperdalam ilmu interior design atau mencoba kesempatan kerja. Pengalaman di NUFS menjadi pelengkap penting dari pembelajaran yang telah ia peroleh selama berkuliah di BINUS University.

Selain pengetahuan akademik dan budaya, Ashley mengaku mendapatkan pembelajaran personal yang sangat berharga. Sebagai pribadi yang cenderung introvert, ia terdorong untuk keluar dari zona nyaman, belajar beradaptasi, berani berinteraksi, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang sangat berbeda. Pengalaman ini membentuknya menjadi individu yang lebih mandiri, terbuka, dan percaya diri.

Melalui kisahnya, Ashley menyampaikan pesan bagi calon mahasiswa dan siswa SMA yang ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri agar tidak takut mencoba. Menurutnya, study abroad bukan hanya tentang belajar di negara lain, tetapi juga tentang mengenal diri sendiri dan memperluas cara pandang terhadap dunia. BINUS University, melalui berbagai program internasionalnya, terus berkomitmen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang secara akademik, profesional, dan personal di tingkat global.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 934 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

18 Agustus 2026 - 00:06 WITA

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

17 Agustus 2026 - 23:16 WITA

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

17 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

17 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Trending di Bisnis