Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Jan 2026 17:50 WITA ·

Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone di Sektor Minyak dan Gas


Pemantauan Emisi Metana Berbasis Drone di Sektor Minyak dan Gas Perbesar

Upaya pengendalian emisi metana semakin menjadi perhatian utama industri minyak dan gas, seiring meningkatnya tuntutan akan pemantauan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

MetScan hadir sebagai sistem pemantauan metana (CH₄) berbasis drone yang digunakan untuk mendukung pengukuran emisi di jalur pipa serta fasilitas minyak dan gas.

Dikembangkan oleh Soarability, MetScan menggabungkan sensor TDLAS (Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy) dengan pengolahan data berbasis kecerdasan buatan (AI). Sistem ini memungkinkan deteksi kebocoran metana dilakukan secara non-intrusif dan berbasis pengukuran lapangan, sehingga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk analisis operasional maupun pelaporan emisi.

Di Indonesia, Halo Robotics menyediakan MetScan sebagai bagian dari solusi pemantauan berbasis drone untuk mendukung kebutuhan inspeksi dan pengelolaan emisi metana di sektor minyak dan gas. Dalam operasionalnya, sistem ini menggunakan drone DJI Matrice 400 untuk mengumpulkan data lapangan secara efisien, termasuk di area yang sulit dijangkau melalui metode inspeksi konvensional.

“Dalam pengelolaan emisi metana, data lapangan yang akurat menjadi kunci. Teknologi pemantauan berbasis drone membantu tim mendapatkan gambaran kondisi di lapangan secara lebih menyeluruh, sehingga langkah mitigasi bisa dilakukan dengan lebih tepat,” ujar Halo Robotics.

Data hasil pengukuran MetScan kemudian dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk peta 2D dan 3D bergeoreferensi, sehingga tim operasional dapat memahami sebaran konsentrasi metana, melokalisasi sumber emisi, serta menentukan area prioritas untuk inspeksi lanjutan atau tindakan mitigasi.

Pemanfaatan sistem pemantauan berbasis drone seperti MetScan menunjukkan arah transformasi industri minyak dan gas menuju praktik operasional yang lebih terukur dan transparan. Dengan dukungan data yang konsisten, teknologi ini dapat membantu perusahaan memperkuat upaya pengelolaan emisi metana yang selaras dengan kerangka Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 901 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

18 Agustus 2026 - 16:00 WITA

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

18 Agustus 2026 - 15:44 WITA

Dari Ruang Kelas ke Pelabuhan, Pelindo Multi Terminal Inspirasi Generasi Muda

18 Agustus 2026 - 14:50 WITA

Cara Top Up Token HoK Tercepat di GAMEZI

18 Agustus 2026 - 14:38 WITA

KAI Bandara Hadirkan Promo “Bayar Tiket Cuma 81%” Sambut HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 13:45 WITA

Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan

18 Agustus 2026 - 13:09 WITA

Trending di Bisnis