Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Jan 2026 10:40 WITA ·

Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat


Usai Rilis Inflasi AS, Emas Diprediksi Masih Menguat Perbesar

Usai rilis data inflasi Amerika Serikat, pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Meskipun demikian, emas sempat mengalami koreksi terbatas pada sesi sebelumnya. XAU/USD tercatat diperdagangkan di level USD 4.590 atau melemah sekitar 0,15 persen pada Selasa (13/1), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di kisaran USD 4.634. Penurunan tipis tersebut dipicu oleh data inflasi AS yang menunjukkan stabilitas tekanan harga.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyampaikan bahwa pelemahan harga emas yang terjadi masih berada dalam batas wajar dan belum mengubah arah tren utama. Berdasarkan kajian teknikal yang menggabungkan pola candlestick dan indikator Moving Average, pergerakan emas masih berada dalam tren naik. Formasi harga yang terbentuk mengindikasikan dominasi minat beli, sejalan dengan sentimen global yang terus mendukung emas sebagai aset lindung nilai.

Andy Nugraha menambahkan, selama harga mampu bertahan di atas level support terdekat, peluang penguatan lanjutan masih terbuka. Ia memproyeksikan bahwa jika dorongan bullish tetap terjaga, XAU/USD berpotensi bergerak naik hingga mendekati area USD 4.650. Level tersebut dinilai sebagai target kenaikan jangka pendek yang cukup signifikan secara teknikal. Namun, jika harga gagal mempertahankan momentum dan muncul tekanan jual, koreksi jangka pendek berpeluang membawa emas turun ke sekitar level USD 4.565.

Dari sisi fundamental, harga emas kembali memperoleh sentimen positif pada awal sesi Asia Rabu dengan pergerakan naik ke kisaran USD 4.600. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga AS, menyusul data inflasi yang dirilis di bawah perkiraan. Laporan Indeks Harga Konsumen AS menunjukkan inflasi inti hanya meningkat 0,2 persen secara bulanan, lebih rendah dari estimasi 0,3 persen, serta stabil secara tahunan di level 2,6 persen.

Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter tahun ini. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, meningkatnya ketidakpastian geopolitik global juga turut menopang permintaan emas sebagai aset aman.

Namun demikian, penguatan dolar AS masih menjadi faktor pembatas bagi kenaikan harga emas dalam jangka pendek. Indeks Dolar AS tercatat menguat ke level 99,15, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun justru mengalami penurunan ke sekitar 4,17 persen. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen AS sebagai acuan tambahan terkait arah kebijakan suku bunga. Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai prospek pergerakan emas hari ini masih cenderung positif dengan peluang mempertahankan tren bullish.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 966 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

19 Agustus 2026 - 13:58 WITA

UPH Festival 2026 Ditutup dengan Pesan bagi Mahasiswa Baru untuk Menemukan Tujuan, Menjalani Panggilan, dan Membawa Dampak

19 Agustus 2026 - 13:53 WITA

Trending di Bisnis