Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 9 Jan 2026 11:06 WITA ·

Presiden Dorong Hilirisasi Gambir, PTPN Group Siap Perkuat Nilai Tambah Komoditas Rakyat


Presiden Dorong Hilirisasi Gambir, PTPN Group Siap Perkuat Nilai Tambah Komoditas Rakyat Perbesar

Karawang – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan pentingnya penguatan hilirisasi dan pemanfaatan teknologi dalam sektor pertanian dan perkebunan sebagai strategi utama meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing ekonomi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat meninjau panen raya serta pengumuman swasembada pangan di Karawang, Jawa Barat (8/1/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Presiden meninjau pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern sekaligus melihat sejumlah produk hilirisasi berbasis komoditas unggulan nasional. Salah satu komoditas yang menarik perhatian adalah gambir, tanaman endemik Indonesia yang dinilai memiliki potensi ekonomi global yang besar.

Presiden menekankan bahwa Indonesia tidak boleh terus berada pada posisi sebagai pemasok bahan mentah. Menurutnya, komoditas seperti gambir perlu didorong untuk diolah lebih lanjut di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar, membuka peluang industri baru, serta meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.

Dorongan tersebut menjadi sinyal kuat bagi BUMN sektor perkebunan, termasuk entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), untuk mengambil peran lebih aktif dalam membangun ekosistem hilirisasi berbasis riset, teknologi, dan kemitraan dengan petani rakyat.

Gambir: Potensi Strategis Bernilai Global

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, subholding kelapa sawit di bawah Holding Perkebunan Nusantara, Jatmiko K. Santosa, menjelaskan bahwa gambir merupakan komoditas yang selama ini kurang mendapat perhatian publik, meskipun memiliki keunggulan kuat di pasar internasional.

“Kalau orang mendengar gambir, biasanya langsung teringat dengan sirih. Padahal gambir itu produk strategis. Bahkan ada negara yang sekitar 90 persen kebutuhan gambirnya dipasok dari Indonesia,” kata Jatmiko.

Ia menambahkan bahwa gambir memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, bahkan melebihi green tea yang selama ini dikenal luas sebagai produk kesehatan. Kandungan tersebut membuka peluang pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah.

“Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Tanin nya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” ujarnya.

Menurut Jatmiko, sebagian besar gambir Indonesia hingga kini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri.

Peningkatan Produktivitas sebagai Langkah Awal

Jatmiko menekankan bahwa langkah awal pengembangan gambir adalah peningkatan produktivitas di tingkat petani. Saat ini, produktivitas gambir rakyat masih berada di kisaran 0,5 ton per hektare.

“Dengan pendekatan riset dan metode pengolahan daun gambir yang lebih baik, produktivitas itu bisa ditingkatkan menjadi 0,75 ton bahkan hingga 1 ton per hektare. Artinya, ada potensi peningkatan 50 sampai 100 persen. Dampaknya langsung ke pendapatan petani,” jelasnya.

Upaya tersebut akan diperkuat dengan rencana pembangunan fasilitas pengolahan gambir yang disesuaikan dengan hasil riset dan kebutuhan pasar. Menurutnya, pembangunan industri hilir harus sejalan dengan permintaan pasar agar berkelanjutan.

“Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” kata Jatmiko.

Dukungan Akademik dan Keunggulan Geografis

Dari sisi akademik, Peneliti sekaligus Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Dr.Eng Muhammad Makky, S.TP, M.Si, menegaskan bahwa gambir memiliki keunggulan geografis yang sangat spesifik.

“Secara geografis, Sumatera merupakan kawasan endemik tanaman gambir. Gambir tumbuh di Sumatera Barat, Sumatera Utara, sebagian Aceh, Riau, dan Kepulauan Riau. Namun yang paling mendukung dari sisi kondisi abiotik dan ekosistemnya adalah Sumatera Barat dan Sumatera Utara,” jelasnya.

Menurut Dr. Makky, keunggulan alam tersebut menjadikan gambir sulit dikembangkan di negara lain. Namun, keunggulan komparatif tersebut perlu diperkuat dengan peningkatan produktivitas dan penguatan industri hilir.

“Keunggulan komparatifnya sudah ada. Tantangannya sekarang adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan memastikan hasil gambir diolah menjadi produk bernilai tinggi. Di sinilah riset dan teknologi memegang peranan penting,” ujarnya.

Sebagai mantan konsultan Bank Dunia, ia menilai bahwa kolaborasi antara BUMN, perguruan tinggi, dan petani menjadi kunci agar pengembangan gambir dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang luas.

Momentum Hilirisasi Komoditas Rakyat

Dorongan Presiden terhadap hilirisasi gambir dinilai sebagai momentum penting bagi pengembangan komoditas rakyat berbasis keunggulan lokal. Melalui sinergi riset, peningkatan produktivitas, dan pembangunan industri pengolahan, gambir berpotensi menjadi produk unggulan ekspor sekaligus motor penggerak ekonomi daerah di sentra produksi Sumatera.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan nasional guna menciptakan nilai tambah, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 924 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pekerjaan Preservasi Jalan Tol Terus Dilakukan, Jasa Marga Berkomitmen Untuk Pastikan Keamanan dan Keselamatan Perjalanan

19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

19 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

Trending di Bisnis