Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 7 Jan 2026 14:16 WITA ·

Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Progres Capai 75%


Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang, Progres Capai 75% Perbesar

JAKARTA,7 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pengerjaan huntara ini merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi bagi warga yang sebelumnya harus bertahan di tenda pengungsian.

Saat ini
progres fisik pembangunan huntara di lokasi tersebut telah mencapai sekitar 75
persen. Sebanyak 7 blok huntara diharapkan selesai terbangun pada Sabtu, 10
Januari 2026.

Menteri PU,
Dody Hanggodo, menegaskan komitmen penuh Kementerian PU mendukung upaya
penanganan pascabencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB). Percepatan ini dilakukan agar warga terdampak dapat segera
beralih ke hunian yang lebih layak.

“Kami
berkomitmen untuk mendukung penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat
terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan
bermartabat. Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air
bersih dan sanitasi,” ujar Menteri Dody.

Pembangunan
huntara yang berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang, terdiri atas 7 blok
bangunan modular yang masing-masing dapat menampung 12 KK atau 48 jiwa. Secara
keseluruhan, kawasan huntara ini dirancang untuk menampung sekitar 84 Kepala
Keluarga (KK) atau setara dengan 336 jiwa.

Dari total 7
blok utama yang dibangun, saat ini satu blok yang posisinya berada di bagian
depan dan berbatasan langsung dengan jalan, masih difungsikan sementara sebagai
area penyimpanan material guna mendukung penyelesaian sisa pekerjaan.

Untuk menjamin
kenyamanan dan kesehatan para penghuni selama masa tinggal sementara, kawasan
huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Fasilitas tersebut
meliputi toilet komunal, jaringan air bersih dan sanitasi, serta instalasi
listrik dan pencahayaan yang memadai untuk menunjang aktivitas harian warga.

Dari sisi
teknis konstruksi, Kementerian PU menerapkan sistem bangunan modular dengan
struktur rangka baja ringan. Teknologi ini dipilih karena karakteristiknya yang
kuat, proses pembangunan yang cepat, namun tetap memberikan kenyamanan bagi
penghuni.

Lingkup
pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan fondasi, pemasangan rangka
modular, dinding, dan atap baja ringan. Selain itu, pekerjaan juga mencakup
aspek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) untuk memastikan seluruh
utilitas bangunan berfungsi dengan baik.

Dengan
tersedianya huntara ini, masyarakat diharapkan dapat menjalani masa pemulihan
pascabencana dengan kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan saat berada di
tenda pengungsian yang memiliki keterbatasan ruang dan fasilitas.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 904 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pekerjaan Preservasi Jalan Tol Terus Dilakukan, Jasa Marga Berkomitmen Untuk Pastikan Keamanan dan Keselamatan Perjalanan

19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

19 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

Trending di Bisnis