Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 31 Des 2025 15:04 WITA ·

Dukung Smart City dan Mobilitas Perkotaan Modern, KAI Daop 7 Uji Coba Integrasi Ojol di Stasiun Blitar Saat Lonjakan Penumpang Nataru


Dukung Smart City dan Mobilitas Perkotaan Modern, KAI Daop 7 Uji Coba Integrasi Ojol di Stasiun Blitar Saat Lonjakan Penumpang Nataru Perbesar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat peran strategis perkeretaapian dalam mendukung transformasi kota berbasis teknologi dan layanan publik modern. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Blitar dalam mewujudkan Smart City, KAI Daop 7 Madiun melakukan uji coba integrasi layanan ojek online (ojol) di area Stasiun Blitar, sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

LITAR, 31 Desember 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun terus memperkuat peran strategis perkeretaapian dalam mendukung transformasi kota berbasis teknologi dan layanan publik modern. Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Blitar dalam mewujudkan Smart City, KAI Daop 7 Madiun melakukan uji coba integrasi layanan ojek online (ojol) di area Stasiun Blitar, sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi perkotaan yang terintegrasi, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Langkah ini selaras dengan diterbitkannya Surat Edaran Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin Nomor 30 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Penggunaan Teknologi Informasi di berbagai sektor pelayanan publik, termasuk transportasi.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan bahwa Stasiun Blitar kini tidak lagi menjadi zona terbatas bagi transportasi daring. KAI membuka akses bagi layanan berbasis aplikasi guna memberikan kemudahan konektivitas bagi pelanggan kereta api, khususnya pada masa dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Stasiun Blitar saat ini telah bertransformasi menjadi simpul transportasi modern yang ramah teknologi. Sama halnya dengan terminal, stasiun kini bukan lagi zona terbatas bagi ojek online. Integrasi ini kami lakukan untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian layanan bagi masyarakat,” ujar Tohari.

Sebagai tahap awal, KAI Daop 7 Madiun bersama salah satu operator transportasi daring melaksanakan masa uji coba (trial) dengan pengaturan titik penjemputan dan pengantaran penumpang langsung di dalam kawasan Stasiun Blitar. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan aspek keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus penumpang tetap terjaga.

Kebijakan ini menjadi semakin relevan seiring dengan tingginya volume penumpang kereta api di Stasiun Blitar selama masa Nataru 2025/2026.

Berdasarkan data sementara periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, tercatat:

Penumpang KA Jarak Jauh (KAJJ)

Naik: 13.298 pelanggan

Turun: 14.743 pelanggan

Puncak volume terjadi pada 28 Desember 2025, dengan 1.017 pelanggan naik dan 1.076 pelanggan turun

Hari biasa: 400–500 pelanggan per hari

Akhir pekan: 600–900 pelanggan per hari

Frekuensi: 27 perjalanan KAJJ per hari

Penumpang KA Lokal Dhoho/Penataran

Hari biasa: 1.500–1.700 pelanggan per hari

Akhir pekan: 1.700–2.000 pelanggan per hari

Puncak Nataru: mencapai hingga 2.400 pelanggan per hari

Frekuensi: 13 perjalanan KA lokal per hari

Data tersebut bersifat dinamis dan masih dapat berubah hingga berakhirnya masa Angkutan Nataru.

Menurut Tohari, tingginya mobilitas penumpang tersebut menuntut adanya sistem transportasi lanjutan yang mudah diakses, tertib, dan terintegrasi. Kehadiran ojol di dalam stasiun diharapkan dapat memangkas waktu tempuh, mengurangi kepadatan di area luar stasiun, serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih seamless bagi pelanggan.

“Integrasi transportasi ini bukan hanya soal kemudahan, tetapi juga bagian dari komitmen KAI dalam mendukung pengembangan Kota Blitar sebagai kota perdagangan, jasa, dan pariwisata yang modern dan berkelanjutan. Kami ingin kereta api menjadi tulang punggung mobilitas yang terhubung langsung dengan moda lanjutan,” tambahnya.

KAI Daop 7 Madiun optimistis bahwa optimalisasi layanan transportasi berbasis teknologi di Stasiun Blitar dapat menjadi model pengembangan integrasi transportasi perkotaan di wilayah lain, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, sektor pariwisata, serta kualitas pelayanan publik secara nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 959 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Puragraph Luncurkan Vol. II | Minang dan Purana Re:Made: Harmonikan Arsitektur Warisan Budaya dengan Kemewahan Sirkular

20 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Target Pensiunmu di Usia Berapa?

20 Agustus 2026 - 22:10 WITA

Wall Street Melemah Tajam, Saham Teknologi dan Semikonduktor Jadi Penekan Utama

20 Agustus 2026 - 21:45 WITA

Percepat Program 3 Juta Rumah, BSKDN Kemendagri Dorong Sinergi Pusat-Daerah dan Kemudahan Akses MBR

20 Agustus 2026 - 21:36 WITA

Pelindo Multi Terminal Trisakti Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Basirih

20 Agustus 2026 - 20:20 WITA

Pelindo Multi Terminal Trisakti Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Basirih

20 Agustus 2026 - 20:20 WITA

Trending di Bisnis