Rote Ndao, Sulutnews.com – Warga Desa Oeseli, Dusun Hurulai mengeluhkan masalah air bersih di Kampung Hurulai. Kamis (11/12/2025).
Hal tersebut disampaikan Yusup Adu, warga Desa Oeseli pada Kamis 11 desember 2025 melalui telepon seluler dan membenarkan kekurangan air bersih di kampung hurulai dusun hurulai.
“Masalah air bersih di Kampung hurulai sudah menjadi persoalan umum karena sampai saat ini pemerintah Rote Ndao belum mampu mengatasinya,” Jelas Yusup.
Lebih lanjut Yusup Adu dengan tegas menyampaikan kekesalan terhadap Salmun Mooy, Pj. Kepala Desa Oeseli karena dinilai tidak memihak kepada masyarakat khususnya bagi warga Kampung Hurulai.

“Saya perlu sampaikan bahwa dalam APBDes telah ditetapkan 8 sumur galian di desa Oeseli dan saat ini sudah ada beberapa titik telah di eksekusi, termasuk 2 titik di dusun kota lain dan 1 titik di dusun lete Kona dan 1 lain nya di dusun Hurulai kampung Oehe, sehingga yang menjadi kekesalan kami warga kampung hurulai adalah penetapan titik sumur galian di kampung oehe merupakan sebuah kesalahan fatal yang dilakukan pemerintah desa pasalnya kampung oehe berkecukupan Air sedangkan kampung hurulai hingga saat ini masih kekurangan air,” Tuturnya penuh penyesalan.
Selain itu Ago mooy Ketua BPD Oeseli mengakui adanya pengadaan sumur galian namun hingga saat ini dirinya belum menerima laporan sehingga ia masih menunggu laporan untuk memastikan kegiatan tersebut.
“kami masih menunggu laporan dan ami akan pastikan kegiatan tersebut,” Jelasnya.
Tidak hanya itu, Migel Mooy, Sekretaris Desa Oeseli, kepada sulutnews.com turut membenarkan adanya pengadaan sumur galian di Desa Oeseli dan telah ditetapkan melalui APBDes tahun anggaran 2025.
“Terkait 8 titik sumur galian di Desa Oeseli. sudah ditetapkan dalam APBDes dan perlu diketahui bahwa sudah ada sejumlah titik yang di eksekusi yakni di dusun kota lain dan dusun lete Kona, sedangkan di dusun Hurulai saya hanya mendapatkan informasi bahwa sudah ada pengeksekusian di kampung lete kona jadi jika ini benar maka perlu diperhatikan karena berbicara kebutuhan maka kampung Hurulai yang lebih membutuhkan karena mereka sangat kekurangan air bersih,” Jelas Migel Mooy.
Sementara Salmun Mooy, Pj. Kepala Desa Oeseli, ketika dikonfirmasi, Ia membantah hal tersebut katanya mereka belum melakukan pencairan anggaran sehingga jika ada pekerjaan maka mereka bekerja menggunakan uang pribadi.
“Siapa yang Perintah mereka galing sumur ? Kami belum cair. mereka bekerja menggunakan Uang pribadi” Jelas Salmun.
Tidak hanya itu salmun mooy, Pj. Kades Oeseli ketika diwawancarai lebih lanjut ia kepada sulutnews.com bahwa dirinya sementara sibuk.
“Saya Sibuk, Sabar ya kaka, saya ada kegiatan di Bali, saya sibuk,” Tutup Salmun Mooy, Pj. Kepala Desa
Reporter: Alden Mesah





