Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 24 Nov 2025 10:16 WITA ·

Pelaku Pasar Bersiap Hadapi Data Ekonomi AS, Momentum Bullish Emas Kehilangan Tenaga


Pelaku Pasar Bersiap Hadapi Data Ekonomi AS, Momentum Bullish Emas Kehilangan Tenaga Perbesar

Harga emas (XAU/USD) kembali bergerak stabil pada akhir pekan lalu, ditopang optimisme pasar terkait kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada bulan Desember. Pada sesi Amerika Utara hari Jumat (21/11), XAU/USD ditutup menguat 0,53% di sekitar $4.096, setelah sempat menyentuh level puncak harian $4.101. Kenaikan ini mencerminkan respons pasar terhadap komentar pejabat Federal Reserve yang membuka ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter.

Sentimen positif tersebut berlanjut pada sesi Asia awal pekan ini, dengan emas diperdagangkan di area $4.075. Pernyataan John Williams, Presiden The Fed New York, menjadi katalis utama penguatan harga, setelah ia menyebut bahwa bank sentral masih memiliki peluang untuk memangkas suku bunga tanpa mengganggu target inflasi.

Harapan tersebut tercermin dari lonjakan probabilitas pemangkasan suku bunga menjadi 74% pada pertemuan bulan Desember, berdasarkan perangkat CME FedWatch, dibanding hanya 40% pada pekan sebelumnya.

Menurut analisis Andy Nugraha dari Dupoin Futures Indonesia, perkembangan struktur candlestick yang terbentuk bersama indikator Moving Average menunjukkan bahwa momentum bullish pada XAU/USD mulai melemah. Kegagalan mempertahankan level di atas $4.100 menjadi sinyal jenuh beli dan membuka ruang koreksi jangka pendek.

Andy memproyeksikan pergerakan emas hari ini, jika dorongan bullish bertahan, emas berpeluang menguji resistance di $4.129. Namun, jika tekanan koreksi mengambil alih, harga berpotensi turun menuju $4.034 sebagai support terdekat.

Area ini akan menjadi penentu arah lanjutan, apakah pasar akan kembali melakukan pembelian teknikal atau melanjutkan tekanan turun menuju level support lebih rendah.

Laju kenaikan emas masih terbatas akibat sikap hati-hati pejabat Fed lainnya. Lorie Logan dari Fed Dallas dan Susan Collins dari Fed Boston menegaskan perlunya mempertahankan suku bunga di level saat ini untuk waktu yang lebih lama. Pernyataan-pernyataan berseberangan ini menciptakan ketidakpastian arah pasar dalam jangka pendek.

Fokus investor kini beralih ke data Indeks Harga Produsen (PPI) dan Penjualan Ritel AS yang akan dirilis pada hari Selasa (25/11). Konsensus memperkirakan PPI naik 0,3% MoM, sementara penjualan ritel diprediksi meningkat 0,4% MoM. Data yang lebih kuat dari perkiraan dapat memperkuat Dolar AS dan menekan harga emas, sementara data yang melemah berpotensi membuka ruang pemulihan harga.

Emas diperkirakan bergerak dalam pola konsolidasi dengan kecenderungan fluktuatif menjelang rilis data ekonomi penting dari AS. Ketidakpastian arah kebijakan Fed masih menjadi pusat perhatian, sehingga trader perlu mencermati pergerakan imbal hasil obligasi dan kekuatan Dolar AS.

Dengan pelemahan momentum bullish dan sensitivitas terhadap data ekonomi, pendekatan trading berbasis level teknikal direkomendasikan untuk jangka pendek. Selama harga bertahan di atas $4.034, peluang rebound tetap terbuka, namun area resistance kunci harus ditembus untuk memastikan kelanjutan tren naik.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 946 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dukung Pendidikan Anak Tenaga Kerja Operasional, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Peralatan Sekolah Sambut HUT ke-38

24 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Dukung Pendidikan dan Semangat Belajar Anak, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Salurkan Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sambut HUT ke-38 di Tiga Sekolah Dasar Negeri Wanakerta

24 Agustus 2026 - 22:48 WITA

Melayani Sepenuh Hati, IPCC Dukung Pengiriman Bantuan Kemanusiaan PMI ke Nusa Tenggara Timur

24 Agustus 2026 - 17:11 WITA

Saham Alibaba Anjlok 10%, Investor Soroti Aksi Penggalangan Dana US$10,2 Miliar untuk AI

24 Agustus 2026 - 16:23 WITA

Grand Indonesia – PURANA 17 “Renjana Perca” Ditutup Anggun dengan Peluncuran PURANA KIDS SS27: Hadirkan Perpaduan Motif Purana x Afganial dan Regal Bloom

24 Agustus 2026 - 14:13 WITA

OSL Indonesia Rayakan Grand Launch di Bali, Hadirkan Semangat Baru untuk Ekosistem Keuangan Digital Indonesia

24 Agustus 2026 - 13:21 WITA

Trending di Bisnis