Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Nov 2025 16:23 WITA ·

Pakar Siber Rusia Berikan Kuliah Umum di ITB, Bahas “Three Faces of AI in Cybersecurity”


Pakar Siber Rusia Berikan Kuliah Umum di ITB, Bahas “Three Faces of AI in Cybersecurity” Perbesar

Alexey
Lukatsky
diakui sebagai
salah satu pakar keamanan informasi paling terkemuka di Rusia dan dikenal luas
sebagai cybersecurity evangelist tidak hanya di Rusia tetapi juga di
tingkat global. Ia telah berkecimpung di industri keamanan informasi selama lebih
dari 30 tahun
. Sebelum bergabung dengan Positive Technologies, Alexey
bekerja di kantor Cisco Rusia dengan tanggung jawab mengembangkan bisnis
keamanan informasi di wilayah Rusia, CIS, dan juga Eropa.

Pada
tahun 2024, Alexey dianugerahi medali Virtuti Interneti,
penghargaan tertinggi dari Russian Internet Governance Forum bagi individu yang
memberikan kontribusi besar terhadap ekosistem internet dan keamanan siber.
Alexey juga aktif mengajar di berbagai institusi pendidikan dan organisasi
internasional, serta merupakan penulis lebih dari 600 artikel, lima
buku
, dan lebih dari tiga puluh kurikulum pembelajaran di bidang cybersecurity. Selain itu, Alexey
terlibat dalam penyusunan dan peninjauan berbagai regulasi dan kerangka hukum
terkait keamanan informasi dan perlindungan data pribadi.

Dalam kuliah umum tersebut, Alexey menjelaskan
bagaimana perkembangan kecerdasan buatan kini memiliki 3 wajah dalam konteks
keamanan siber: AI sebagai Penyerang (Attacker),
AI sebagai Pembela (Defender), dan AI
sebagai Korban (Victim).  Sebagai Penyerang (Attacker), AI semakin banyak dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan
untuk meningkatkan skala dan kecepatan serangan. Teknologi ini mampu
mengotomatisasi phishing, mem-bypass sistem keamanan tradisional, hingga
menciptakan deepfake yang sangat meyakinkan.

Di sisi lain, AI menjadi alat signifikan bagi
tim keamanan dalam mendeteksi ancaman lebih dini. Dengan kemampuan menganalisis
pola anomali dan merespons insiden secara otomatis, AI membantu memperkuat
pertahanan organisasi dari berbagai bentuk serangan modern (Defender). Alexey juga menyoroti bahwa
sistem berbasis AI sendiri dapat menjadi target serangan (Victim), seperti manipulasi data training, eksploitasi model,
hingga prompt injection. Hal ini menuntut lahirnya pendekatan baru dalam
membangun keamanan untuk sistem berbasis AI. Kuliah umum ini mendapat
antusiasme tinggi dari mahasiswa, dosen, serta praktisi yang hadir. Diskusi
berjalan interaktif, terutama terkait bagaimana organisasi dapat mempersiapkan
SDM siber yang mampu menangani ancaman berbasis AI di masa depan.

Positive Technologies
bersama PT DSON menyatakan komitmennya untuk mendukung ITB dalam memperkuat
ekosistem pendidikan siber nasional, sementara ITB menegaskan minat mereka
dalam mengadopsi kurikulum berstandar global yang relevan dengan perkembangan
permintaan pasar tenaga kerja di bidang keamanan siber.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 953 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak Merah Putih Kemerdekaan BRI Region 6 Diwarnai Aksi Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Memasuki Usia 70 Tahun, IPI Perkuat Komitmen Dukung Hidup Sehat Melalui IPI Pilih Sehatmu Challenge

26 Agustus 2026 - 10:53 WITA

MENTERI PERDAGANGAN DORONG PERLUASAN INDUSTRI MEBEL DAN KERAJINAN INDONESIA MENUJU PASAR GLOBAL DI KOTA SURAKARTA

26 Agustus 2026 - 10:44 WITA

Tidak Setiap Dinding Hotel Butuh Wall Art

26 Agustus 2026 - 10:24 WITA

UMKM Binaan BRI Region 6 Antusias Ramaikan Festival Semarak Merah Putih di Pasar Malaka Rorotan

26 Agustus 2026 - 10:00 WITA

Harga Emas (XAUUSD) Kembali Menguat, Dupoin Futures Proyeksikan Target 4.700

26 Agustus 2026 - 09:46 WITA

Trending di Bisnis