Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 18 Nov 2025 15:23 WITA ·

Putra Menkeu Purbaya Kasih Sinyal Bitcoin Jebol US$90K, Bagaimana Analis Menanggapi?


Putra Menkeu Purbaya Kasih Sinyal Bitcoin Jebol US$90K, Bagaimana Analis Menanggapi? Perbesar

Jakarta, 18 November 2025 — Harga dua aset kripto terbesar, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), anjlok signifikan dalam 24 jam terakhir. Per Selasa (18/11) pukul 10.25 WIB, BTC terkoreksi 5,58% ke level US$90.075 atau sekitar Rp1,5 miliar, sementara ETH turun 6,19% ke US$2.977 atau sekitar Rp49 juta. Tekanan jual besar-besaran sekaligus sentimen global yang memburuk menjadi pemicu utama kejatuhan pasar.

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menilai bahwa penurunan ini terjadi akibat kombinasi faktor makro dan teknikal yang saling memperparah. “Pasar global sedang memasuki fase risk-off, dipicu melemahnya bursa Asia, hilangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, serta kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan. Situasi ini membuat investor menarik dana dari aset berisiko termasuk kripto,” ujarnya.

Investor Jual Besar-besaran, ETF Alami Outflow

Selain tekanan makro, aksi jual pelaku besar turut memperdalam koreksi. Wallet yang menyimpan 1.000–10.000 BTC tercatat telah mendistribusikan sekitar 148.000 BTC sejak pertengahan November. Fyqieh menyebut aksi ini sebagai salah satu momen kapitulasi terbesar sepanjang tahun. “Gagalnya BTC mempertahankan level psikologis US$100.000 memicu whale melakukan distribusi besar-besaran. Ini menambah kepanikan pasar,” katanya.

Di sisi institusional, ETF kripto juga mengalami arus keluar besar. BTC ETF mencatat outflow ratusan juta dolar, sementara ETH ETF bahkan kehilangan lebih dari US$700 juta dalam sepekan. Menurut Fyqieh, aliran dana yang berbalik arah ini membuat pasar kehilangan likuiditas penting. “ETF sebelumnya menjadi motor reli. Ketika dana keluar, pasar jadi jauh lebih rapuh terhadap tekanan jual,” jelasnya.

Sentimen negatif makin diperburuk oleh pasar derivatif. Lebih dari US$148 juta posisi long ETH terlikuidasi dalam sehari setelah harga menembus support US$3.000. BTC pun mengalami gelombang likuidasi serupa, dengan sejumlah indikator teknikal menunjukkan kerusakan signifikan seperti tembusnya 200-day EMA dan munculnya death cross.
“Begitu level-level teknikal penting jebol, algoritma otomatis memicu penjualan lanjutan. Ini yang membuat penurunan semakin dalam,” lanjut Fyqieh.

Peringatan Baru: Jika BTC Jebol US$90.000, Bear Market Bisa Dimulai

Peringatan tambahan datang dari Yudo Sadewa, putra Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, yang ikut menyoroti kondisi genting Bitcoin. Menurutnya, level US$90.000 menjadi batas penentu apakah pasar akan masuk fase bearish.

“Kalau Bitcoin turun dan closing di bawah US$90.000, bersiaplah. Bear market bisa benar-benar kejadian,” ujar Yudo dalam unggahan media sosialnya.

Ia bahkan memperkirakan potensi penurunan yang jauh lebih dalam apabila level tersebut ditembus.
“Kalau skenario buruk terjadi, BTC bisa turun ke US$50.000–US$60.000, dan dalam kondisi ekstrem bisa menyentuh US$30.000,” jelasnya.

Namun Yudo menegaskan bahwa peluang BTC jatuh sedalam itu tidak besar.
“Investor institusi bakal rugi besar kalau BTC turun di bawah US$90K. Karena itu, banyak pemain besar pasti akan berusaha menjaga harga agar tidak jatuh terlalu dalam,” katanya.

Sentimen Penggerak hingga Akhir Tahun

Hingga akhir 2025, arah pasar kripto masih akan dikendalikan faktor makroekonomi. Pelaku pasar menantikan kejelasan kebijakan The Fed, termasuk peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2026. Data inflasi (CPI) serta pergerakan imbal hasil obligasi AS diprediksi menjadi katalis utama pasar dalam beberapa pekan ke depan.

ETF flows juga akan menjadi indikator penting. Jika outflow berlanjut, tekanan jual diperkirakan tetap tinggi. Namun inflows bisa menjadi tanda baliknya kepercayaan investor. Aksi investor besar pun akan terus dipantau untuk melihat apakah akumulasi mulai terjadi setelah fase distribusi besar.

Prospek Pasar: Peluang Pemulihan, Risiko Tetap Besar

Dalam jangka pendek, volatilitas masih mendominasi karena tekanan makro dan keluarnya dana institusional. Namun kondisi oversold membuka peluang terjadinya relief reli jika ada katalis positif.
“Kalau BTC bisa kembali ke US$95.000 dan ETH menembus US$3.200, peluang pemulihan jangka menengah akan lebih terbuka,” jelas Fyqieh.

Meski demikian, ia menekankan bahwa kehati-hatian tetap diperlukan. “Sentimen fear ekstrem sering menjadi area akumulasi bagi investor besar secara historis, tetapi tekanan makro masih sangat menentukan arah pasar dalam beberapa minggu ke depan,” katanya.

Proyeksi Harga BTC dan ETH hingga Akhir Tahun

Dengan kondisi pasar yang masih labil, proyeksi harga aset kripto hingga akhir tahun berada dalam rentang yang cukup lebar. Untuk Bitcoin (BTC), level support kuat berada di kisaran US$89.000–US$91.000. Jika area ini mampu bertahan, BTC berpeluang memantul kembali menuju US$98.000–US$100.000.

Namun bila tekanan jual meningkat, Bitcoin bisa merosot ke area US$85.000–US$88.000. Di sisi lain, untuk skenario netral hingga bullish, BTC perlu menembus resistance awal di sekitar US$98.300 sebelum kembali mencoba level psikologis US$100.000.

Sementara itu, Ethereum (ETH) diperkirakan bergerak dalam rentang US$2.600–US$3.200 dengan support penting di sekitar US$2.900. Jika kondisi membaik, misalnya inflasi menurun dan arus dana ETF kembali positif, ETH berpotensi naik dan menguji level US$3.300–US$3.600. Sebaliknya, jika tekanan jual masih berlanjut, ETH dapat kembali terkoreksi menuju area defensif di US$2.400–US$2.600.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 965 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

26 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

26 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Area Kelapa Gading Raih Juara 3 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli

26 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Tanda-Tanda Anjing Perlu Dibawa ke Dokter Hewan

26 Agustus 2026 - 16:55 WITA

Area Otista Raih Juara 2 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Nomor 1 Dunia Kategori TV 100 Inci ke Atas, Hisense Pimpin Pasar Global TV Layar Besar pada Semester Satu 2026

26 Agustus 2026 - 15:59 WITA

Trending di Bisnis