Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Manado · 17 Nov 2025 21:26 WITA ·

BPP PIKAT Gelar FGD Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan


BPP PIKAT Gelar FGD Kampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Perbesar

Manado, Sulutnews.com – Badan Pimpinan Pusat (BPP) Percintaan Ibu Kepada Anak Temurunnya (PIKAT) tampil terdepan mengkampanyekan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (HAKtP) yang merupakan agenda internasional.

Kampanye itu diawali dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) yang merefleksikan nilai-nilai perjuangan kemanusiaan dan martabat perempuan pahlawan nasional Maria Walanda Maramis yang adalah pendiri PIKAT serta kepedulian PIKAT terhadap upaya mengatasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

FGD secara khusus diikuti oleh para rohaniwan dan pemimpin umat Kristen yang sebagian besar adalah perempuan.

“PIKAT tampil terdepan melakukan terobosan dengan mengkampenyakan gerakan anti kekerasan terhadap perempuan. PIKAT sangat peduli dengan masalah-masalah yang dialami kaum perempuan dan anak serta peduli dengan pemberdayaan perempuan,”kata Ketua Umum BPP PIKAT, Novia Lambey, SS., pada acara FGD di Asrama PIKAT Manado, Senin (17/11).

Sementara itu, Pengurus BPP PIKAT Bidang Organisasi dan Pengkaderan BPP PIKAT yang juga mantan Sekjen Komnas Perempuan RI Pdt. Heemlyvaartie Danes, S.Th mengatakan, PIKAT berupaya untuk membuat terobosan baru dengan melibatkan mitra kerja para rohaniwan agar bersama-sama mengkampanyekan gerakan hari anti kekerasan terhadap perempuan.

“Para rohaniwan memiliki peran strategis untuk mengatasi aksi-aksi kekerasan baik di dalam rumah maupun di ranah publik,”tambah mantan Kepala Biro Wanita Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Diharapkan dalam FGD ini para peserta dapat memiliki pengetahuan mendalam tentang perjuangan Maria Walanda Maramis dan kesejarahan PIKAT.

Selanjutkan peserta yang adalah pimpinan umat dapat mensosialisasikan momen peringatan global Kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan. Ke depan nantinya, lanjutnya, para peserta FGD akan menjadi “duta” PIKAT serta menjadi “penjembatan suara “kepada jemaat terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan.

“Kami berharap peserta yang adalah tokoh agama mampu mengintegrasikan pengenalan ketokohan dan perjuangan Ibu Maria Walanda Maramis serta tema 16 Kampanye 16 HAKtP dalam khotbahnya pada rentang waktu 25 November – 10 Desember 2025,”tambahnya.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,119 kali

Baca Lainnya

Soal Tukar Guling Jalan Nasional, Komisi III DPRD Sulut Panggil BPJN dan PT MSM

4 Mei 2026 - 21:28 WITA

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Akan Lantik Tahlis Gallang Sebagai Sekprov Devinitif Senin 4 Mei 2026 Jam 08.00 Pagi di Aula Mapalus

3 Mei 2026 - 23:35 WITA

Kreasi Hai Setala Karya Mira Sunarti, Sulam Benang yang Menjadi Peluang Usaha Kreatif

3 Mei 2026 - 23:18 WITA

Djarum Black Jawara di GBOT 6, Bekasi Ladies di Flight B

3 Mei 2026 - 18:45 WITA

GABMO Juara 1 di Flight A Setelah Gagal ke Babak Final

3 Mei 2026 - 18:00 WITA

Kadis Dikbud Manado Peter Assa: Hadiknas 2026 Dimeriahkan Berbagai Lomba Untuk Perkuat Literasi dan Pertajam Numerasi

2 Mei 2026 - 23:48 WITA

Trending di Manado