Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Nov 2025 13:37 WITA ·

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas Menguat


Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Mendorong Harga Emas Menguat Perbesar

Harga emas (XAU/USD) kembali menjadi pusat perhatian pasar global seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) yang kini semakin “terdiskon” dalam harga. Pergerakan emas pekan ini hingga minggu depan berpotensi memasuki fase volatilitas yang lebih tinggi, dengan fokus utama pada nada pernyataan Fed dalam pertemuan mendatang.

Harga emas saat ini masih berada dalam jalur kenaikan yang cukup kuat. Permintaan yang solid dari bank sentral global serta pembelian oleh investor institusi menunjukkan bahwa apresiasi harga emas bukan sekadar hasil spekulasi jangka pendek, melainkan didukung oleh fundamental yang kokoh. 

Dari perspektif teknikal, analisis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, kombinasi pergerakan candlestick hingga sinyal dari indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish di XAU/USD masih dominan. Struktur harga memperlihatkan serangkaian higher highs dan higher lows yang menjadi tanda penguatan tren jangka menengah. Namun, Nugraha memperingatkan bahwa pasar perlu tetap memperhatikan level-level kunci yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika tekanan bullish berlanjut, XAU/USD diperkirakan berpotensi naik hingga ke area $4.381 pada minggu depan, sebuah target yang mencerminkan kelanjutan tren kenaikan dalam struktur harga.

Namun, skenario alternatif perlu diwaspadai: jika harga emas mengalami reversal dan menembus key point $3.867, maka ada potensi penurunan lebih dalam menuju $3.718. Level ini menjadi batas bawah penting yang dapat memicu perubahan sentimen dari bullish menjadi netral atau bahkan bearish dalam jangka pendek.

Faktor utama pendorong reli adalah ekspektasi pasar mengenai pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember. Namun, menariknya, ekspektasi ini disebut sudah sangat diperhitungkan dan diantisipasi pasar, sehingga respon emas terhadap keputusan tersebut bergantung pada nada kebijakan Fed selanjutnya.

Apabila Fed mempertahankan sikap hati-hati misalnya dengan mengisyaratkan cut and pause, emas justru bisa mengalami koreksi jangka pendek. Hal ini terjadi karena pasar yang sudah sangat agresif dalam memproyeksikan pemangkasan suku bunga dapat mengevaluasi ulang posisi mereka apabila Fed memberikan sinyal bahwa jalur pelonggaran tidak akan berlangsung secepat harapan. Sebaliknya, jika Fed membuka peluang pelonggaran lanjutan di awal 2025, momentum bullish emas berpotensi berlanjut lebih kuat.

Sentimen pendukung lainnya datang dari pelemahan Dolar AS dan stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Ketika Dolar melemah, biaya peluang memegang emas menurun, sehingga logam mulia ini menjadi lebih menarik bagi investor. Selain itu, ketidakpastian global terkait inflasi, potensi perlambatan ekonomi, dan risiko geopolitik turut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, Andy juga menegaskan bahwa skenario sebaliknya tetap mungkin terjadi. Jika ekonomi AS menunjukkan kekuatan lebih besar dari ekspektasi dan inflasi kembali menanjak, maka imbal hasil obligasi dan Dolar AS dapat kembali menguat, tekanan bagi emas berpotensi meningkat dan memicu koreksi yang lebih dalam.

Secara keseluruhan, emas tetap berada dalam jalur bullish dengan peluang kenaikan yang terbuka lebar. Namun, pasar sangat sensitif terhadap perubahan nada kebijakan Fed, menjadikan pertemuan bank sentral tersebut sebagai faktor penentu arah harga emas dalam beberapa minggu ke depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 965 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berapa Tahun Idealnya untuk Menabung Emas? Ini Cara Menentukannya

27 Agustus 2026 - 22:41 WITA

Zuo Hao Shi Tambah Kanal Resmi di Situs Web, Perkuat Jaringan Distribusi Obat Pegal Linu Berizin BPOM

27 Agustus 2026 - 21:06 WITA

Rayakan HUT ke-38, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Berbagi Kebahagiaan dengan 50 Anak Yatim Piatu

27 Agustus 2026 - 20:29 WITA

FUGUKU MEMPERKENALKAN KOLEKSI “GROUND ZERO” DI ORCHARD ROAD FASHION WEEK, MENGHUBUNGKAN AKTIVASI GLOBAL DENGAN SENI MENGUMPULKAN KARYA FASHION BERKESADARAN

27 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat

27 Agustus 2026 - 19:21 WITA

Memperkuat Komunikasi Isu Dekarbonisasi, VRITIMES Hadir di IICCS Forum 2026

27 Agustus 2026 - 19:08 WITA

Trending di Bisnis