Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 13 Nov 2025 13:56 WITA ·

Lindungi Aset Negara, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Bangunan di Emplasemen Stasiun Lawang


Lindungi Aset Negara, KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Bangunan di Emplasemen Stasiun Lawang Perbesar

Dalam upaya melindungi dan mengamankan aset negara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya kembali melaksanakan kegiatan penertiban terhadap bangunan yang berdiri di atas lahan milik KAI. Penertiban kali ini dilakukan di area bangunan Soto Lombok, Emplasemen Stasiun Lawang, Kabupaten Malang, pada Rabu (12/11).

Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan KAI dalam menata dan mengoptimalkan penggunaan aset perusahaan yang tidak sesuai peruntukan atau digunakan tanpa izin. Sebelum pelaksanaan, KAI telah menempuh seluruh prosedur sesuai ketentuan, termasuk memberikan dua kali surat pemberitahuan dan tiga kali surat peringatan (SP) sejak awal tahun 2024 kepada pihak yang menempati lahan tersebut.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menjelaskan bahwa proses penertiban dilakukan secara profesional dan humanis, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Seluruh tahapan telah kami jalankan sesuai regulasi yang berlaku. Kami juga telah memberikan waktu dan kesempatan yang cukup kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti. Penertiban ini bukan tindakan represif, melainkan langkah penting dalam menjaga serta mengoptimalkan aset negara agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Luqman.

Dalam pelaksanaannya, KAI menyiapkan tenaga angkut dan sarana pendukung mobilitas untuk memastikan proses berjalan lancar, aman, dan tertib. Kegiatan ini juga dilaksanakan dengan koordinasi bersama pemerintah daerah serta aparat keamanan guna menjaga kondusivitas di lapangan.

Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, KAI Daop 8 Surabaya telah menertibkan aset dengan nilai mencapai Rp39,34 miliar, mencakup luas tanah sebesar 26.845 meter persegi. Upaya ini menjadi bukti komitmen KAI dalam mendukung pengelolaan aset negara secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.

“KAI Daop 8 Surabaya berkomitmen menjaga seluruh aset perusahaan yang merupakan bagian dari kekayaan negara. Kami ingin memastikan setiap aset dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik, terutama dalam mendukung pengembangan layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tambah Luqman.

Melalui kegiatan ini, KAI Daop 8 Surabaya mengajak seluruh pihak untuk mendukung langkah-langkah penertiban demi mewujudkan tata kelola aset negara yang tertib dan produktif. Dengan pengelolaan aset yang baik, KAI berupaya menciptakan lingkungan yang lebih teratur sekaligus memperkuat pondasi pembangunan transportasi berkelanjutan di wilayah Jawa Timur.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 960 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

26 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

26 Agustus 2026 - 19:02 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cempaka Mas Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

26 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

26 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

26 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Trending di Bisnis