Rote Ndao,Sulutnews.com – Di tanah Rote Ndao yang permai, terbentang harapan untuk masa depan generasi muda. Namun, bayang-bayang kelam narkoba senantiasa mengintai, mengancam merenggut potensi anak bangsa. Dalam kearifan lokal dan semangat gotong royong, sebuah ikhtiar mulia digagas: strategi pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.
Bapak SekDis PKO (Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga) Kabupaten Rote Ndao tampil sebagai nahkoda dalam pelayaran ini. Dengan penuh dedikasi, beliau mengawal implementasi kurikulum anti narkoba berbasis P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika) Sekolah Bersinar. Sebuah langkah bijak, karena pendidikan adalah benteng terkuat dalam melawan kebodohan dan kesesatan.
Kurikulum ini bukan sekadar deretan materi pelajaran, melainkan jembatan yang menghubungkan siswa dengan pemahaman mendalam tentang bahaya narkoba. Mereka diajak untuk merenungkan dampak buruk narkoba bagi kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang menanti para pelaku. Lebih dari itu, kurikulum ini menanamkan kesadaran akan pentingnya gaya hidup sehat dan kemampuan untuk menolak godaan yang menyesatkan.
Kita semua adalah guru, kita semua adalah orang tua. Mari bergandengan tangan, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Biarkan mereka menjadi agen perubahan, menyebarkan virus kebaikan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan Rote Ndao yang bebas dari narkoba, tempat di mana anak-anak dapat meraih cita-cita tanpa terjerat dalam lingkaran setan.
Oleh: Dance Henukh, Reporter





