Rote Ndao,Sulutnews.com – Kepala Kantor Agama Kabupaten Rote Ndao, Marthen L. Nenobais, menjadi sorotan setelah siaran persnya terkait pembayaran gaji guru Tunjangan Profesi Guru (TPG) dinilai penuh kebohongan. Klarifikasi yang dilakukan terkait tuduhan penggelapan dana TPG justru menimbulkan kontroversi baru.
Klarifikasi yang dilakukan oleh Marthen L. Nenobais hanya melibatkan beberapa media tertentu, tanpa menyertakan media yang pertama kali memberitakan kasus ini. Setelah kasus ini mencuat ke publik, barulah Kepala Kantor Agama Kabupaten Rote Ndao berjanji akan segera memproses pembayaran gaji guru. Hal ini menimbulkan keraguan akan transparansi dan niat baik dari yang bersangkutan.
Marthen L. Nenobais diduga tidak memahami etika klarifikasi pemberitaan sesuai Undang-Undang Pers. Tuduhan penggelapan dana TPG mencuat setelah adanya unggahan di grup Facebook “Arak (Anak Rote Anti Koruptor)” yang menudingnya melakukan penggelapan dana TPG guru agama ASN di Kabupaten Rote Ndao. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat di masyarakat, khususnya di kalangan guru agama penerima tunjangan.
Kasus ini mencuat di tengah permasalahan kompleks terkait pembayaran tunjangan profesi guru di Rote Ndao. Laporan mengenai keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru sebelumnya telah menimbulkan keresahan di kalangan penerima tunjangan.
Dalam klarifikasinya, Marthen L. Nenobais menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk segera memproses pembayaran gaji guru agama.
“Kami sedang berproses dan berupaya sehingga TPG dari guru-guru agama ASN ini segera dibayarkan. Kami di kantor ada teman-teman ASN juga, tunjangan kinerja mereka belum dibayar dari bulan Juni 2025. Oleh karena itu, saya berharap bersabar dan pasti dibayarkan,” ujarnya.
Pernyataan ini justru menimbulkan pertanyaan lebih lanjut. Mengapa tunjangan kinerja ASN di kantornya juga belum dibayarkan? Apakah ini mengindikasikan adanya masalah yang lebih serius dalam pengelolaan keuangan di Kantor Kementerian Agama Rote Ndao? Masyarakat menuntut investigasi yang transparan dan akuntabel untuk mengungkap kebenaran di balik semua ini.
Reporter: Dance Henukh






