Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

NTT · 8 Nov 2025 23:07 WITA ·

Proyek SD Oeoko Terancam Mangkrak: Realisasi Fisik Tak Sesuai Pencairan Dana Uang Muka 30% dari Anggaran Rp 777 Juta Lebih


Proyek SD Oeoko Terancam Mangkrak: Realisasi Fisik Tak Sesuai Pencairan Dana Uang Muka 30% dari Anggaran Rp 777 Juta Lebih Perbesar

Rote Barat Laut, Sulutnews.com – Progres proyek pembangunan Sekolah Dasar (SD) Oeoko di Kecamatan Rote Barat Laut menjadi sorotan tajam. Pasalnya, realisasi pekerjaan fisik di lapangan dinilai tidak sebanding dengan uang muka yang telah dicairkan sebesar 30% dari total anggaran Rp 777.984.171,71 kepada kontraktor pelaksana, CV Umat Purung, yang dikuasakan kepada direkturnya, Lius Balu.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa hingga saat ini, progres pekerjaan fisik SD Oeoko belum mencapai 30%, padahal dana muka telah diterima oleh kontraktor. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi mangkraknya proyek tersebut, yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

“Kami sangat kecewa dengan lambatnya progres pembangunan SD Oeoko ini. Anak-anak kami sangat membutuhkan fasilitas pendidikan yang layak, tetapi kenyataannya proyek ini berjalan sangat lambat,” ujar salah seorang warga Desa Oeoko yang enggan disebutkan namanya.

Warga juga mempertanyakan kinerja dan tanggung jawab CV Umat Purung sebagai kontraktor pelaksana. Mereka menduga ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan anggaran proyek, sehingga realisasi fisik tidak sesuai dengan dana yang telah dicairkan.

“Kami mendesak kepada pihak terkait, terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao, untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap proyek ini. Jika ditemukan adanya penyimpangan, kami meminta agar kontraktor diberikan sanksi tegas,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur CV Umat Purung, Lius Balu, belum memberikan keterangan resmi terkait lambatnya progres pekerjaan SD Oeoko. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapatkan respons dari yang bersangkutan.

Lambatnya progres pembangunan SD Oeoko ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak. Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari daerah pemilihan Rote Barat Laut, meminta agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini.

“Kami akan segera memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak-pihak terkait untuk membahas masalah ini. Kami tidak ingin proyek ini mangkrak dan merugikan masyarakat,” kata anggota DPRD tersebut.

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam memilih kontraktor dan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek-proyek pembangunan. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran harus menjadi prioritas utama, agar proyek-proyek pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Reporter: Dance Henuk

Artikel ini telah dibaca 1,001 kali

Baca Lainnya

Resmi Dua Juni Pengumuman Kelulusan: Momen Berharga bagi Siswa UPTD SMP Negeri 2 Lobalain

28 Mei 2026 - 19:10 WITA

Di Rumah Jabatan Bupati Rote Ndao Segera Diadakan Festival Keluarga Malole: Wujudkan Pengasuhan Penuh Kasih dan Disiplin Positif

22 Mei 2026 - 17:25 WITA

Anggaran Rp927 Juta untuk Tenaga Outsourcing Rumah Jabatan

21 Mei 2026 - 00:15 WITA

Melayani Profesional Terpercaya Azis Barawasi Berikan Kepastian Hukum Hak Tanah Masyarakat

20 Mei 2026 - 17:19 WITA

Proses Penerbitan Sertipikat Tanah di Kantor Pertanahan Rote Ndao

20 Mei 2026 - 16:41 WITA

Merasa Kebal Hukum Tarik Motor yang Hampir Lunas, Konsumen Diarahkan Kredit Baru Pakai Nama Orang Lain

20 Mei 2026 - 16:04 WITA

Trending di Internasional