Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 7 Nov 2025 13:15 WITA ·

Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir 2025, Kementerian PU Kerahkan 5.755 Alat Berat dan Ribuan Personel


Hadapi Cuaca Ekstrem Akhir 2025, Kementerian PU Kerahkan 5.755 Alat Berat dan Ribuan Personel Perbesar

Jakarta, 7 November 2025 – Mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi akibat peningkatan curah hujan pada akhir tahun 2025 nanti, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan langkah kesiapsiagaan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui penyediaan alat berat, bahan penanganan banjir, serta penyiagaan ribuan personel di seluruh Indonesia untuk memastikan respons cepat dan penanganan darurat yang efektif.

Kesiapsiagaan ini
bertujuan untuk merespons data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG) yang mencatat adanya peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah
Indonesia. Selama tiga bulan terakhir, tercatat pergeseran signifikan. Pada
Agustus 2025, curah hujan mayoritas berada pada kategori Rendah (14,52%) hingga
Menengah (63,51%). Namun, pada September dan Oktober 2025, intensitas meningkat
ke kategori Menengah (61,69% dan 69,45%) hingga Tinggi (26,19% dan 23,29%).

Menteri Pekerjaan
Umum (PU), Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini dilakukan untuk
memastikan seluruh infrastruktur tetap berfungsi optimal dalam menghadapi cuaca
ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana banjir, longsor, dan genangan.

“Kementerian PU telah
menyiapkan anggaran tanggap darurat, alat berat, kendaraan evakuasi, dan unit
Disaster Relief Unit (DRU) di lokasi strategis. Jika diperlukan, kami juga akan
membangun Posko Banjir di titik-titik rawan,” kata Menteri Dody.

Sebagai langkah
antisipatif konkret, Kementerian PU telah memobilisasi sumber daya dalam jumlah
besar, mencakup:

·        
5.755 unit alat
berat

·        
382.044 unit bahan
penanganan banjir

·        
3.455 personel
siaga

Seluruh sumber daya tersebut telah tersebar di
unit-unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kementerian PU di seluruh
provinsi. Sebaran alat berat dan bahan banjiran difokuskan pada wilayah dengan
potensi curah hujan tinggi, seperti Pulau Jawa dan Sumatera. Meski demikian,
unit siaga tetap disiapkan di seluruh wilayah dari Aceh hingga Papua.

Kesiapan
infrastruktur ini didukung oleh tiga direktorat jenderal teknis, dengan
pembagian tugas sebagai berikut:

1.     
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) menyiagakan peralatan pengendalian banjir, meliputi Excavator, Amphibious
Excavator, Mobile Pump, Pompa Apung, Mobil Tangki Air, Perahu Karet, Dredger,
Weed Harvester, Dump Truck, Truck Crane, Forklift, Bulldozer. Selain itu,
material seperti Bronjong, Geobag, Sandbag, serta Sheet Pile disiapkan untuk
penguatan tanggul dan percepatan pemulihan.

2.     
Direktorat Jenderal Bina Marga akan fokus pada pemulihan
konektivitas jalan yang terdampak longsor dengan menyiagakan Wheel Loader,
Grader, Excavator, Dump Truck, Jack Hammer, Chainsaw, Tandem Roller, Baby
Roller, Backhoe Loader, Truck Crane, Cohesive Material, dan CPHMA.

3.     
Direktorat Jenderal Cipta Karya menyiapkan dukungan fasilitas sanitasi dan air bersih darurat di lokasi
bencana yang meliputi Mobil Tangki Air, Hidran Umum, Mobil Toilet, Mobil Vacuum
Tinja, Tenda Darurat, dan Posko Evakuasi.

Langkah kesiapsiagaan
ini merupakan bagian dari strategi nasional pengurangan risiko bencana melalui
penguatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas tanggap darurat. Menteri Dody
juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor ini dalam menghadapi
potensi bencana.

“Kami terus memantau
kondisi cuaca dan kondisi lapangan bersama pemerintah daerah serta BMKG.
Perkuat kolaborasi lintas lembaga dengan BNPB, BPBD, BMKG, Kementerian
Perhubungan, Polri, TNI, dan Pemerintah Daerah, termasuk masyarakat. Jangan lupa kekompakan
balai-balai kita di wilayah,” kata Menteri Dody.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 948 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MEGA SHOW Hong Kong Kembali Hadir untuk Edisi ke-33, Hadirkan Lebih dari 3.000 Eksibitor Produk Asia pada Oktober 2026

28 Agustus 2026 - 18:38 WITA

Telkom AI Connect Dorong Talenta Tak Sekadar Ikuti Tren, tapi Kuasai Problem Solving dengan AI

28 Agustus 2026 - 16:56 WITA

Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang

28 Agustus 2026 - 16:53 WITA

Usaha Ikutan Bazar, Seberapa Efektif untuk Menambah Penjualan?

28 Agustus 2026 - 16:39 WITA

Bittime Dorong Kebiasaan Investasi di Hari Gajian Lewat PayDay GainDay

28 Agustus 2026 - 16:36 WITA

Tuntaskan 4 Proyek ECRL Malaysia, PLN NPC Perkuat Rekam Jejak EPC Global

28 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Trending di Bisnis