Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 25 Okt 2025 08:35 WITA ·

Ganti Perangkat Desa Secara Menyeluruh Diduga Hanya Ingin Mengejar Perangkat Desa Yang Tidak Paham Aturan


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – di ketahui pemerintahan desa kotabumi baru semenjak diduduki oleh kepala desa Jukan pada waktu yang lampau ganti perangkat desa secara menyeluruh, sesuai administrasi perangkat desa tersebut di ganti atas pengunduran diri.

Namun beberapa perangkat desa yang mengundurkan diri menceritakan kejadian tersebut bahwa, pengunduran diri mereka secara serentak atas dasar adanya permintaan kepala desa saat itu, entah apa yang menyebabkan kepala desa lakukan ini, namun yang jelas menurut perangkat desa yang mengundurkan diri yang menjadi sumber berita ini, kemungkinan kepala desa ingin masyarakat bergantian dulu menjadi perangkat desa.

Namun perangkat desa yang lama yang memang sudah teruji dan sudah banyak pengalaman dalam mengelola dana desa, dengan terpaksa mengundurkan diri dan digantikan dengan perangkat desa yang dinilai tidak paham aturan salah satunya Anik, perangkat desa Kotabumi baru yang menyatakan bahwa informasi dana desa “PRIVASI”.

Hal ini sangat di sayangkan, apabila dana desa privasi seperti apa yang di utarakan oleh salah satu perangkat desa Kotabumi baru Anik, untuk apa pemerintah desa melakukan penempelan papan informasi APBDes disetiap desa yang ada di seluruh indonesia, ujar salah satu penggiat kabupaten Bengkulu Selatan Arif.

Ada sanksi bagi perangkat desa yang menyatakan dana desa bersifat privasi, karena hal tersebut merupakan pelanggaran hukum terhadap kewajiban transparansi dana desa. Sanksi bisa berupa sanksi administratif, seperti teguran lisan atau tertulis, hingga pemberhentian sementara atau tetap.

Dana desa dianggap sebagai bagian dari keuangan negara, sehingga penggunaannya harus transparan dan dapat diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Jika penyalahgunaan dana desa terbukti mengakibatkan kerugian keuangan negara, tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi, seperti yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001. Sanksi pidana bisa berupa pidana penjara dan/atau denda.

Perangkat desa dilarang keras untuk merahasiakan atau menyalahgunakan dana desa karena melanggar peraturan dan dapat merugikan negara serta masyarakat. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,578 kali

Baca Lainnya

Perlu Diaudit Realisasi Dana Desanya! Diduga Sekdes Dan Kepala Desa Padang Nibung Otak Dari Semua Amburadulnya Anggaran Dana Desa

26 Februari 2026 - 12:37 WITA

Diduga Salah Menjalankan Wewenang Sekdes Padang Nibung Dinilai Kerjasama Dengan Kepala Desa Mempertopengkan Bendahara

25 Februari 2026 - 11:33 WITA

Ada Apa Kepala Desa Padang Nibung Dengan Sekdes Diduga Bendahara Hanya Topeng

24 Februari 2026 - 21:39 WITA

Ada Apa Sekdes Padang Nibung Sebut Dana Desa Dicairkan 40/60% Sementara BPKAD Menyatakan 60/40%

24 Februari 2026 - 21:15 WITA

Bupati Bengkulu Selatan Didampingi Kadis Perkim Lakukan Kunjungan Dengan Dirjen Perumahan Dan Pemukiman

24 Februari 2026 - 20:25 WITA

Dinilai Laporan Fiktif Pemerintah Desa Padang Nibung Laporkan 100% Realisasi Dana Desa Sekdes Akui Adanya Kegiatan Yang Belum Direalisasikan

24 Februari 2026 - 19:30 WITA

Trending di Bengkulu Selatan