Minut, Sulutnews.com – Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) bekerja sama dengan Universitas Klabat (Unklab) Manado menggelar kegiatan Edukasi dan Sosialisasi Literasi Keuangan serta Investasi Obligasi Negara Ritel (ORI), Kamis, (16/10/2025).

Acara berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Klabat (Unklab) dihadiri Dosen dan Mahasiswa Unklab.
Dalam sambutannya Dr. Elvis R. Sumanti, SE. Ak,. MFM Dekan FEB Unklab menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini, kesempatan yang sangat berharga bagi Kampus Unklab khususnya mahasiswa FEB.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Surat Utang Negara, Novi Puspita Wardani, dalam keynote Speech menyebutkan bahwa Surat Berharga Negara (SBN) merupakan instrumen penting untuk pembiayaan APBN.
“SBN dari perspektif negara adalah instrumen fiskal untuk menutup defisit, sedangkan dari perspektif masyarakat SBN merupakan salah satu opsi investasi yang aman dan menguntungkan” kata Puspita.
Puspita menegaskan pentingnya literasi keuangan dan investasi, khususnya bagi mahasiswa, agar mampu memilih investasi yang aman menghadapi dinamika ekonomi dan menghindari praktik merugikan.
Dalam kesempatan tersebut, Novi juga menekankan prinsip dasar investasi yang perlu dipahami oleh masyarakat, yaitu prinsip 2L dan 2R.
“Dalam berinvestasi, ingat dua hal penting: Legal dan Logic. Pastikan instrumen yang dipilih legal dan masuk akal dalam menjanjikan imbal hasil, serta hindari yang berisiko penipuan. Sementara untuk 2R, pahami bahwa semakin tinggi Risk, semakin tinggi pula Return-nya, begitu pun sebaliknya” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh Analis Keuangan Negara Ahli Muda Direktorat SUN, Arif Prabowo S.,PhD, yang dipandu moderator Indrajit, B.S.C., MBA Dosen FEB Unklab. Dalam paparannya, Arif menjelaskan tentang ORI028T3 dan ORI028T6 yang tengah ditawarkan kepada masyarakat sebagai pilihan investasi yang aman, mudah, dan terjangkau.
Lebih lanjut Arif Prabowo menjelaskan Surat Utang Negara (SUN) untuk menutup kekurangan kas jangka pendek akibat ketidaksesuaian antara arus kas penerimaan dan pengeluaran dari rekening kas negara dalam satu tahun anggaran.
Sebagai Instrumen Investasi, mendorong terciptanya acuan imbal hasil bagi penilaian harga instrumen keuangan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Keuangan berharap dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat, memperluas partisipasi investasi di ORI, serta mendorong pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias, yang tercermin dari berbagai pertanyaan menarik pada sesi diskusi. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi pada Obligasi Negara Ritel, serta mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif dalam berinvestasi guna mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia(Merson)





