KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu terus menguatkan arah pembangunan daerah dengan melibatkan pemerintah desa. Hal ini diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) sinkronisasi program pembangunan desa dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Kotamobagu Tahun 2025–2029, yang digelar di Aula Bapelitbangda Kotamobagu, Selasa 16 September 2025.
Rakor dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Adnan Masinae, serta dihadiri Koordinator Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Widi Mokoginta, para camat, sangadi, dan Ketua BPD se-Kota Kotamobagu.
Dalam penyampaiannya, Adnan menegaskan, desa memiliki peran kunci dalam mendukung suksesnya pembangunan di Kotamobagu.
“Jumlah desa di Kotamobagu hampir mencapai 50 persen wilayah, sehingga pengaruhnya sangat besar terhadap arah kebijakan pemerintah kota. Karena itu, sinkronisasi antara RPJMD dan APBDes menjadi sangat krusial,” tegasnya.
Ia menambahkan, ada sejumlah prioritas yang harus didukung penuh desa, seperti penanggulangan kemiskinan, pengurangan pengangguran, penanganan stunting, kebersihan dan pengelolaan sampah, serta peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami harapkan desa dan BPD aktif berkoordinasi dengan pemerintah kota, agar program tidak tumpang tindih dan hasilnya bisa segera terlihat meski bertahap sesuai kondisi sosial dan anggaran desa,” ujar Adnan.
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Widi Mokoginta, menekankan pentingnya integrasi visi dan misi pemimpin daerah dengan RPJM Desa.***





