Davao Filipina, Sulutnews.com – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City menghadirkan inovasi dalam pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian dengan membuka Warung Konsuler di tiga lokasi kantung WNI strategis di Filipina selatan, yaitu kota Isulan, Balunto, dan Kiamba pada 19 – 21 Mei 2023.
Terobosan ini bertujuan untuk memperluas akses pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sekitar wilayah tersebut.

Konjen RI, Achmad Djatmiko bersama dengan Pelaksana Fungsi Pensosbud dan Plh. Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, Umi Yanti Febriana Silalahi, Staf Teknis Imigrasi, Nicky Avry Muchelly, Staf Teknis Polri, AKBP Alex Willem Tlonaen dan Kepala Sekolah Indonesia Davao, Daulat Siregar melakukan upaya jemput bola pelayanan “Warung Konsuler”.
Di dalam warung tersebut dibuka berbagai layanan kekonsuleran dan keimigrasian, seperti pembuatan paspor, konsultasi visa, surat keterangan menikah, legalisasi dokumen, dan lain-lain dengan tujuan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi WNI dalam urusan administrasi kependudukan.
Kata Konjen Djatmiko, Inisiatif Warung Konsuler KJRI Davao City ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hubungan antara KJRI Davao City dan komunitas WNI di Isulan, Balunto, dan Kiamba. “Dengan mendekatkan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian ke tempat tinggal WNI, Warung Konsuler ini diharapkan dapat meminimalisir kesulitan dan biaya transportasi dari daerah asalnya yang harus dikeluarkan dalam mengurus dokumen kekonsuleran ke Davao” tutur Konjen Djatmiko.
Selain itu, kata Konjen Djatmiko, Warung Konsuler juga menjadi wadah bagi WNI untuk berinteraksi langsung dengan perwakilan konsuler, sehingga dapat memperoleh informasi yang akurat dan tepat terkait kebutuhan mereka. Kurang lebih sekitar 145 WNI yang menerima pelayanan langsung di dalam Warung Konsuler KJRI Davao City.

Di jelaskan juga oleh Konjen Djatmik, Warung Konsuler KJRI Davao City di Isulan, Balunto, dan Kiamba merupakan bentuk nyata komitmen KJRI dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada WNI. Dengan adanya terobosan ini, diharapkan lebih banyak WNI yang dapat memanfaatkan fasilitas dan layanan kekonsuleran secara efisien dan mudah.
“Program ini akan dilanjutkan untuk menjemput bola ke kantong-kantong WNI lainnya di wilayah Filipina Selatan” Kata Konjen Djatmiko.
Sebagaimana diketahui, WNI di wilayah kerja KJRI Davao City tersebar pada berbagai daerah di Pulau Mindanao, Sulu dan Tawi-Tawi dengan lebih dari 92 kota/desa di Filipina Selatan dengan total jumlah WNI sekitar 3859 orang. (KJRI Davao Filipina/Andy Gansalangi)





