Manado, Sulutnews.com .Wakil Menteri Dalam Negeri ( Wamendagri) Bima Arya Sugiarto bersama Gubernur Sulut Mayjen (Purn) Yulius Selvanus SE melakukan Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan dan Asistensi Efisiensi Belanja APBD Tahun Anggaran 2025 di Aula Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Rabu, 12 Maret 2025.
Rapat dihadiri juga Sekprov Steve Kepel ST.M.Si, Para Asisten dan Pejabat Eselon II dan Bupati serta Walikota se- Sulut.

Foto – Wamendagri Bima Arya Sugiarto dan Gubernur Sulut saat wawancara
Menurut Gubernur, kebijakan efisiensi anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang menjadi atensi Pemerintah Pusat patut didukung kita didaerah
Anggaran-anggaran yang tidak penting seperti ATK dan lainnya dipangkas.

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?
Gubernur mengatakan bersinergi bersama kepala daerah kabupaten dan kota se-Sulut, tentunya akan menjadi kuat.
Apa yang dilakukan provinsi sesuai dengan aturan yang ada. Kita juga harus bersinergi kabupaten dan kota agar tidak bertabrakan.jika kita ada gabungan antara kabupaten dan kota bersama-sama kita akan kuat,” Katanya.
Menurut Gubernur rakor bersama saat ini memiliki tujuan, yakni agar supaya langkah-langkah yang diambil pemprov serta pemerintah kabupaten dan kota di Sulut terkait penganggaran sesuai dengan regulasi.
Diharapkan setiap daerah dapat mengelola anggaran secara lebih efisien, transparan, dan akuntabel demi pembangunan yang lebih baik di Sulut, ” Jadi harus efisien , transparan dan angkutabel.” Katanya.
Memangkas
Wamendagri Bima Arya Sugiarto dalam Rakor bersama menjelaskan terkait strategi efisiensi belanja guna meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah.
Dikatakan ada beberapa poin terkait hal-hal teknis, salah satunya adalah tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Sehingga kita bisa memfasilitasi untuk konsultasi berjenjang dan teknis.
Jadi kebingungan-kebingungan soal penganggaran, tagging-nya, fiturnya, ini coba kita perbaiki,” Kata Wamendagri
Wamendagri mengatakan, efisiensi ini bukan memangkas anggaran pelayanan mendasar seperti kesehatan, pendidikan dan sektor lainnya seperti pangan.
Menurut Wamendagri Efisiensi anggaran ini, adalah memangkas kegiatan yang tidak masuk akal, seperti perjalanan dinas, biaya konsultan, makan minum, dan ATK serta lainnya.
Dalam bagian lain Wamendagri mengatakan, mengapa ada program strategis Presiden Prabowo Subianto seperti Makan Bergizi Gratis, sekolah Garuda, irigasi, penguatan pangan.
Karena menurut Wamendagri , ada landasan pemikirannya. Artinya sebelum masuk ke detail efisiensi anggaran perlu dipahami dulu dasar pemikiran itu,” jelas.
Wamendagri, mengatakan disiplin, koordinasi, dan kolaborsi.
Karena koordinasi kolaborasi, dengan Gubernur Sulut sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat yang mengayomi dan memotivasi kepala daerah target-target nasional tidak mungkin tercapai,” kata Wamendagri.
Dalam kunjungan di Sulut Wamendagri Rabu 12 Maret siang juga memberikan kuliah umum tentang Pilkada di Aula Kantor Pusat Unsrat Manado dihadiri Rektor Unsrat Prof Dr Ir Oktovian Sompie ST. IPU ASEAN.Eng IPU dan Dekan FISIP Unsrat Dr Ferry Liando M.Si dan dosen serta ratusan Mahasiswa ( Fanny)






