Manado, Sulutnews.com – Tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang menerima dana Revitalisasi dari Kemendikdasmen tahun 2025 sudah melaporkan realisasi 100 persen pekerjaan hinga 15 Desember 2025 batas waktu pekerjaan.
Hal tersebut dikatakan tiga Kepsek SLB yakni Kepsek SLB Amurang di Minahasa Selatan Kartini Lumi S.Pd, Kepsek SLB Damai GMIM di Tomohon Ginny Ponoman S.Pd.M.Pd dan Kepsek SLB Yayasan Pembinaan Anak Cacat ( SLB) Malalayang Manado Hettie Lumintang S.Pd. Mereka dikonfirmasi wartawan Sulutnews.com yang juga Jurnalis Sumikolah Sulut baru baru ini secara terpisah.

Foto – Kepsek SLB Amurang Kartini Lumi S Pd ( kanan) saat memantau pekerjaan dengan pengawas
Menurut Kartini Lumi dana revit yang diterima sekitar Rp 1,233 miliar untuk merehabilitasi beberapa ruang kelas dan juga toilet. Semua sudah rampung 100 persen dan pekerjaan sesuai spek dan berkualitas” Kami sudah laporkan kepada Kemendikdasmen realisasi 100 persen pekerjaan” kata Kepsek Lumi.
Begitu juga dikatakan Kepsek SLB Damai GMIM Tomohon Ginny Ponoman. Semua pekerjaan revit beberapa ruangan dengan dan revit Rp 1, 4 miliar sudah rampung.
” Kami sudah laporkan kepada Kemendikdasmen semua pekerjaan karena sudah rampung 100 persen” kata Kepsek Ponoman. Sementara untuk SLB YPAC Malalayang Manado menurut Kepsek Hettie Lumintang perbaikan ruangan dan juga toilet.” Kami sudah selesai 100 persen dan sudah dilaporkan kepada Kemendikdasmen.

Foto – Ruang Kelas di SLB Damai GMIM Tomohon Sudah Rampung
Dari data yang ada sekitar Rp 3,3 miliar dana Revit yang diberikan di SLB YPAC Malalayang Manado . Terbesar dari enam SLB penerima dana revit tahun 2025 dari sekitar 42 SLB yang ada di Sulut.
Tiga Kepsek SLB baik Kartini Lumi, Ginny Ponoman dan Kepsek Hettie Lumintang bersyukur bisa rampang tepat waktu pekerjaan revit. Dan juga bersyukur dan berterima kasih karena adanya bantuan dari Kemendikdasmen untuk revitalisasi SLB. ” Kami optimis akan berdampak positif dalam proses belajar mengajar di SLB kedepan ” kata Kepsek Lumi, Ponoman dan Lumintang.
Lebih Baik SLB Kedepan
Sementara itu Kepala Bidang ( Kabid) Pendidikan Khusus Layanan Khusus ( PKLK) Dikda Sulut Merlinda Mamesah S.Pd.MAP secara terpisah dikantornya baru baru ini kepada Jurnalis Sumikolah Sulut menyatakan banga karena dari laporan sudah baik pekerjaan revit dibeberapa SLB.
Memang ini program Kemendikdasmen tetapi kami bidang PKLK yang membina 42 SLB di Sulut tetap juga turut memantau proyek revit. Soal pengawasan pekerjaan dari Kemendikdaamen langsung.

Foto. – Ruangan Kelas SLB Damai GMIM Tomohon Yang Sudah Rampung
Kabid PKLK Merlinda mengatakan, bantuan revit sangat bermanfaat dan SLB akan lebih baik proses pembelajaran di SLB karena sudah ada perbaikan toilet dan ruang belajar.
Tahun 2025 memang hanya enam SLB dari 42 SLB di Sulut. Tahun 2026 sudah diusulkan ada 16 SLB dan sementara diferikasi terkait stratus tanah ada SLB karena banyak swasta maka status lahan atau tanah harus jelas pemiliknya.
” Mudah mudahan bisa dapat revit semua 16 SLB yang sudah mendaftar untuk tahun depan 2026″ kata Merlinda Mamesah.

Foto – Kepsek SLB Damai GMIM Tomohon Ginny Ponoman S.Pd M.Pd ( keempat dari kanan) Bersama Pengawas dan Konsultan.
Dari data yang ada untuk tahun 2025 sekitar 41 SMA penerima dana Revit, SMK sekitar 39 dan SLB sekitar enam SLB.
Tahun depan 2026 sudah ada yang mengusulkan ke Kemendikdasmen ada 40 SMA dan 32 SMK dan 16 SLB namun masih akan diferifikasi lagi.( Fanny)





