Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 13 Apr 2025 01:38 WITA ·

Tiga Putra Minahasa Tak Kembali Duka Mendalam dari Yahukimo


Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P.,  dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif. Perbesar

Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P., dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif.

Bitung, Sulutnews.com – Duka mendalam menyelimuti Desa Kawangkoan Baru, Minahasa Utara, setelah tiga wargana, Charles Diansafar, Stenly Humena, dan Ferry Boma dinyatakan tewas dalam tragedi tambang emas ilegal di Yahukimo, Papua.

Medan yang sulit dan kondisi jenazah yang telah mengalami dekomposisi lanjut membuat proses pemulangan tak lagi memungkinkan, meninggalkan kepedihan yang mendalam bagi keluarga.

Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen, S.T., M.I.P., dalam kunjungan duka, didampingi Ketua Persit KCK LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Ratih Hanif, harus mengungkapkan kenyataan pahit itu.

Selain menyampaikan belasungkawa,
kehadirannya juga membawa kabar getir, jenazah ketiga korban tak memungkinkan untuk dipulangkan ke Minahasa Utara.

Koordinasi intensif antara Kodim 1310/Bitung dan Dandim 1715/Yahukimo Letkol Inf Tommy Yudistyo, terungkap bahwa kondisi geografis yang ekstrem serta kelembaban tinggi di Yahukimo telah mempercepat proses dekomposisi tubuh korban.

Secara medis, jenazah telah memasuki tahap dekomposisi lanjut (advanced decomposition) yang ditandai dengan autolisis dan pembusukan berat, sehingga pemindahan secara fisik, baik melalui jalur udara maupun darat, tak lagi memungkinkan.

“Sudah memasuki hari kelima sejak kejadian. Berdasarkan laporan medis di lapangan, jenazah mengalami kerusakan menyeluruh. Keadaan ini sangat kami sayangkan, namun kami harus sampaikan dengan jujur dan penuh empati kepada keluarga,” ujar Letkol Hanif Tupen di hadapan keluarga korban.

Situasi keamanan yang masih labil dan medan sulit di lokasi kejadian juga menjadi kendala besar dalam proses evakuasi. Letkol Hanif menegaskan bahwa pihaknya bersama jajaran TNI akan terus mendampingi keluarga dalam proses pemulihan psikologis dan administratif pasca-kejadian.

“Kami hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai sesama manusia yang juga merasakan luka ini. Negara tidak tinggal diam. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi, termasuk melalui Danramil 1310-06/Amd yang akan memberikan penjelasan langsung kepada keluarga inti korban,” imbuh Hanif.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Minahasa Utara untuk mendoakan para korban dan memberikan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Ini bukan akhir yang kita harapkan. Tapi dalam situasi seberat ini, semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan untuk menerima dengan lapang dada. Doa kami selalu menyertai,” imbuhnya.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,036 kali

Baca Lainnya

Pemeriksaan Keimigrasian Immigration on Ship (IOS) pada Kapal Pesiar RMS Queen Mary 2 di Pelabuhan Bitung

17 Maret 2026 - 22:59 WITA

Lonjakan Penumpang Kapal Laut Jelang Lebaran, KM Sinabung Berangkat dari Bitung dengan 3.025 Orang

16 Maret 2026 - 13:52 WITA

Tebar Kebaikan di Bulan Suci Ramadhan, Kodim 1310/Bitung Bersama Ormas Brigade Nusa Utara Bagikan Takjil kepada Masyarakat

14 Maret 2026 - 21:14 WITA

Jajaran Perumda Pasar Bitung Gelar Buka Puasa Bersama Anak Panti Asuhan

14 Maret 2026 - 19:59 WITA

 KPU Bitung Bantah Narasi Negatif dalam Pemberitaan

14 Maret 2026 - 15:03 WITA

Pemkot Bitung Mulai Cairkan THR ASN dan PPPK

13 Maret 2026 - 19:56 WITA

Trending di Bitung