Sitaro.sulut.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) memperkuat upaya pencegahan anemia pada remaja putri melalui pemanfaatan Aplikasi SiHero (Sistem Informasi Pemberian Tablet Tambah Darah Remaja Puteri). Aplikasi tersebut menjadi salah satu inovasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sitaro untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Sitaro, Evita Janis, mengatakan aplikasi SiHero dirancang sebagai sistem monitoring terintegrasi untuk memantau konsumsi TTD secara rutin oleh remaja putri.
“Hulu stunting itu ada pada remaja putri. Aplikasi SiHero menjadi alat yang membantu pengawasan konsumsi tablet tambah darah agar lebih efektif,” ujar Janis.
Ia menjelaskan, pemantauan TTD sebelumnya dilakukan secara manual oleh Puskesmas. Dengan hadirnya aplikasi Si Hero, seluruh data penerima TTD, baik yang berasal dari sekolah maupun kampung, akan tercatat by name by address dan dapat dilacak oleh Puskesmas wilayah.
Menurut dia, aplikasi tersebut melibatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas P3AP2KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta pemerintah kampung, untuk memastikan pengawasan berjalan secara terpadu.
Janis menyampaikan, konsumsi TTD penting untuk mencegah anemia pada remaja putri, meningkatkan cadangan zat besi, serta mendukung tumbuh kembang fisik dan kognitif. Ia menambahkan bahwa remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet TTD per minggu disertai pola makan bergizi seimbang.
Ia menegaskan, pencegahan anemia sejak remaja berperan penting dalam menekan risiko stunting pada generasi berikutnya. Pemkab Sitaro, kata Janis, akan terus mengembangkan aplikasi Si Hero agar menjadi instrumen utama dalam pemantauan gizi remaja di daerah tersebut.
“Dengan Si Hero, pengawasan menjadi lebih cepat, terarah, dan akurat,” tutup Janis.





