Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Asahan · 5 Des 2024 15:44 WITA ·

Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Buka Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis


Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Buka Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Perbesar

Asahan, sulutnews.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs Zainal Aripin Sinaga MH membuka secara resmi Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis dan Launching Tim Percepatan dan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Asahan di Aula Hotel Marina Kisaran, Kamis (05/12/2024).

Pada laporannya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan Fahrizal Pohan SKM MKes menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Asahan nomor 100.3.3.2-96.3-4.2 Tahun 2024 Tanggal 17 September 2024 Tentang tim penanggulangan tuberkulosis Kabupaten Asahan. Bahwa berdasarkan Keputusan tersebut Tim akan bersama-sama bekerja dalam mengupayakan merencanakan langkah-langkah yang akan dilakukan dalam percepatan penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Asahan. Terakhir Fahrizal menyampaikan maksud dari kegiatan pertemuan ini adalah untuk menyatukan persepsi dalam penanggulangan tuberkulosis di Kabupaten Asahan, dengan Tujuan agar Eliminasi Tuberkulosis dikabupaten Asahan dapat tercapai di tahun 2030.

Ditempat yang sama Japirman Purba, Pengelola Program TB Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mengatakan, saat ini Indonesia merupakan negara nomor 2 dengan kasus Tuberkulosis (TB) terbanyak didunia setelah India. Di Asahan diperkirakan terdapat 3530 kasus TB. Dari 3530 kasus, ditemukan sebanyak 59,1% (1882 kasus) dari target seharusnya 90%. Sehingga butuh upaya untuk meningkatkan pencegahan, penemuan kasus dan pengobatan pasien TB di Asahan”, ungkapnya.

“Kita bersyukur saat ini Provinsi Sumatera Utara khususnya Kabupaten Asahan memiliki mitra USAID BEBAS TB dimana USAID BEBAS TB hadir untuk memberikan bantuan teknis kepada Pemerintah Kabupaten Asahan untuk penemuan orang dengan TBC, peningkatan skrining dan diagnosis TBC, peningkatan kualitas layanan TBC Resiten Obat (RO) dan membangun sistem kesehatan yang kuat dan tangguh untuk mempercepat eliminasi TBC dan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan”, jelasnya.

Japirman juga mengatakan, beberapa waktu yg lalu Kabupaten Asahan dipilih menjadi satu dari 10 Kabupaten/Kota sebagai piloting pelaksanaan Investigasi kontak dan pemberian TPT dan hasilnya Asahan bisa mendapat posisi nomor 1 di Indonesia untuk peningkatan pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) selama 3 bulan. “Kami yakin dengan terbentuknya Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan RAD TB maka eliminasi bisa kita capai bersama di tahun 2028”, tandasnya.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan pada pidatonya mengatakan, tahun 2023 ditemukan 1.604 kasus TBC dari target 3.221 kasus TBC sehingga angka pencapaian penemuan kasus TBC hanya mencapai 49,7%. Sedangkan tahun 2024 (Januari – Desember ) ditemukan 1.854 kasus TBC dari target 3.530 kasus TBC sehingga angka pencapaian 52,5%.

“Kondisi ini mendorong akselerasi dan inovasi dengan menerapkan strategi nasional dalam program penanggulangan TBC. Strategi utama yang diterapkan adalah penguatan kepemimpinan dalam pengelolaan tuberkulosis, peningkatan akses layanan yang bermutu dan berpihak kepada masyarakat serta meningkatkan kemandirian”, ujarnya.

Zainal mengatakan, Pesiden Republik Indonesia menekankan pada tiga area prioritas kesehatan, dalam 100 hari kerja yaitu, pemeriksaan kesehatan gratis untuk semua kelompok umur, penurunan kasus TBC serta pembangunan rumah sakit lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal. Dalam rangka pelaksanaan program kerja Presiden tersebut, Pemerintah Kabupaten Asahan juga telah menyusun suatu program rencana aksi daerah penanggulangan tuberkulosis yang bertujuan untuk mengintegrasikann dan menselaraskan pemangku kepentingan baik Pemerintah Daerah, Swasta, maupun Lembaga Swadaya masyadakat sesuai dengan tugas dan fungsinya dalam mendukung eliminasi tuberkulosis tahun 2030.

Zainal mengatakan, adapun tujuan dari pertemuan percepatan penanggulangan TBC ini adalah untuk meningkatkan komitmen bersama dalam upaya eliminasi TBC tahun 2030, melibatkan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Asahan serta melibatkan lintas sektor, serta komunitas terkait komitmen bersama dalam upaya eliminasi TBC Tahun 2030 di Kabupaten Asahan. (Dan)

Artikel ini telah dibaca 1,048 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mikael Manu Anggota DPRD Rote Ndao Minta Bupati dan Dinas Pendidikan Berikan Perhatian: Siswa SMPN 2 Lobalain Alami Bengkak Lutut Setelah Dihukum Berlutut

10 Februari 2026 - 19:52 WITA

Bahas 13 Ranperda, Bapemperda DPRD Rote Ndao Perkuat Fondasi Hukum Daerah

9 Februari 2026 - 22:22 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Trending di Bali