Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Kotamobagu · 5 Mar 2026 18:08 WITA ·

Sekda Kotamobagu Buka Kegiatan Forum Konsultasi Publik RKPD 2027


Sekda Kotamobagu Buka Kegiatan Forum Konsultasi Publik RKPD 2027 Perbesar

Kotamobagu, Sulutnews.com – Wakili Wali Kota Kotamobagu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sofyan Mokoginta secara resmi membuka kegiatan Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Kotamobagu Tahun 2027, yang digelar di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (5/3/2026).

Forum yang mengangkat tema “Penguatan Identitas Budaya dan Ketahanan Sosial untuk Pembangunan yang Inklusif” ini dihadiri unsur Forkopimda, Wakil Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Satli Tambunan, para asisten, pimpinan OPD, camat, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, akademisi, hingga perwakilan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Sekda Sofyan Mokoginta menegaskan bahwa forum konsultasi publik merupakan tahapan penting dan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Melalui forum ini kita memastikan bahwa dokumen RKPD disusun secara partisipatif, transparan, akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan disinilah ruang dialog dibuka, gagasan dipertemukan dan kepentingan publik dirumuskan menjadi arah kebijakan yang terukur,” ujar Sofyan.

Ia menjelaskan, tema pembangunan yang diangkat tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan penjabaran dari visi dan misi Pemerintah Kota Kotamobagu yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2025 tentang RPJMD Kota Kotamobagu.

“Tema ini menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya soal pembangunan fisik infrastruktur tetapi juga tentang penguatan karakter daerah, nilai budaya, solidaritas sosial serta keberpihakan kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda juga memaparkan gambaran capaian kinerja pembangunan daerah tahun 2025. Berdasarkan evaluasi indikator utama kinerja daerah, secara umum pembangunan di Kota Kotamobagu menunjukkan tren positif, bahkan beberapa indikator berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian serius, seperti tingkat pengangguran terbuka yang masih sedikit di atas target, angka kemiskinan yang perlu terus ditekan, serta kontribusi industri pengolahan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang belum mencapai target.

Selain itu, beberapa indikator tata kelola pemerintahan seperti nilai Monitoring Controlling and Surveillance for Prevention (MCSP), SAKIP, serta pembangunan Zona Integritas juga dinilai masih perlu diperkuat.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kotamobagu menetapkan sejumlah pilar utama dalam arah pembangunan tahun 2027, di antaranya pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal guna mendorong UMKM dan pelaku usaha menjadikan budaya sebagai nilai tambah ekonomi.

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong penyelenggaraan festival budaya dan ruang ekspresi bagi generasi muda sebagai upaya memperkuat kebanggaan terhadap identitas daerah sekaligus meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan.

Pilar lainnya adalah pemberdayaan sosial, yang mencakup penguatan perlindungan bagi kelompok rentan, percepatan penurunan kemiskinan, penanganan stunting, pencegahan konflik sosial, penguatan ketahanan keluarga, serta moderasi beragama melalui kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat.

Pemkot Kotamobagu juga menargetkan peningkatan akses pelayanan dasar yang merata dan berkualitas di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat.

Menutup sambutannya, Sekda menekankan bahwa tantangan fiskal ke depan tidaklah ringan sehingga pengelolaan anggaran harus dilakukan secara cermat dan efisien.

“Kolaborasi menjadi kunci. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat harus terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” tandasnya.

Ia pun berharap forum konsultasi publik ini dapat menghasilkan berbagai masukan konstruktif yang berbasis data dan solusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Saya berharap melalui forum ini seluruh peserta dapat memberikan masukan yang konstruktif, berbasis data dan solutif. Mari kita rumuskan prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 963 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Swasembada Pangan, Irjen Pol Kalingga Rendra Hadiri Panen Jagung Raya di Kotamobagu

10 April 2026 - 21:17 WITA

Irjen Pol Kaliangga Rendra Raharja Pimpin Langsung Panen Jagung Raya di Kotamobagu

10 April 2026 - 18:51 WITA

Sekda Kotamobagu Sofyan Mokoginta Terima Kunjungan Tim Audit BPK RI

6 April 2026 - 23:06 WITA

Aparatur Desa dan Kelurahan di Wilayah Kota Kotamobagu Mulai Dievaluasi

6 April 2026 - 21:57 WITA

Pemkot Kotamobagu Serahkan LKPD Unaudited Tahun 2025 ke BPK-RI Perwakilan Sulut

31 Maret 2026 - 23:03 WITA

Wali Kota dan Wawali Hadiri Musrenbang Kotamobagu 2027

30 Maret 2026 - 22:12 WITA

Trending di Kotamobagu