Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Health · 30 Mar 2023 20:40 WITA ·

RSU Noongan Minahasa Bantah Penolakan Pasien yang Viral di Medsos


Foto. Tampak Dokter jaga dan para petugas lainnya sementara memanggil kembali keluarga pasien. Perbesar

Foto. Tampak Dokter jaga dan para petugas lainnya sementara memanggil kembali keluarga pasien.

MINAHASA|SULUTNEWS.COM- RUMAH Sakit Umum (RSU) Noongan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), membantah jika pihaknya telah melakukan penolakan terhadap pasien seperti yang tengah Viral di media sosial (medsos) saat ini.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum RSU Noongan, Kabupaten Minahasa, Ingrit Giroth, melalui Kepala Bidang Pelayanan RSU Noongan Dr. Berounly Rey, Kamis (30/3/2023), menerangkan bahwa yang benar adalah pihak keluarga pasien yang memilih pergi meninggalkan RSU Noongan karena tidak mau menerima penjelasan yang diberikan oleh Dokter jaga saat itu.

Kepada Media ini dijelaskan Dr. Berounly Rey, pasien ini adalah pasien rujukan dari Puskesmas Kecamatan Kakas dan memiliki riwayat hipertensi emergency.

“Tiba di RSU Noongan, pasien tersebut di antar oleh seorang pria dari pihak keluarga pasien,” kata Dr. Berounly Rey.

Saat petugas jaga menjelaskan harus ada informasi lewat WhatsApp rujukan dari Puskemas Kecamatan Kakas.’’ Pria itu tidak mau menerima penjelasan dari Dr. sara selaku Dokter jaga pada saat itu.

Postingan Keluarga Korban yang menjadi Viral di Medsos (foto screenshot facebook Tomohon Hari ini)

Padahal sistem rujukan kami saat ini menerapkan sistem rujukan terintegrasi elektronik. Dari sistem elektronik ini maka kami dapat mengetahui data dan riwayat penyakit pasien,’’ jelas Dr. Berounly Rey.

“Namun dikarenakan sistem rujukan terintegrasi elektronik sedang mengalami gangguan, maka sementara ini kami menggunakan informasi lewat WhatsApp.

Lanjut Dr. Berounly Rey, saat akan dijelaskan kenapa pasien rujukan harus diinformasikan lewat WhatsApp oleh pihak Puskesmas.’’ Pria tersebut malah mengambil Video di dalam rumah sakit. “Itu pun tanpa seizin kami.

“Padahal tidak boleh mengambil gambar ataupun video saat sedang berada  di dalam rumah sakit tanpa seizin Rumah Sakit,’’ tuturnya.

Usai mengambil video, ditambahkan Dr. Berounly Rey, pria tersebut langsung kembali ke dalam mobil Ambulance.

“Dokter jaga dan para petugas media lainnya sudah berupaya memanggil kembali keluarga pasien untuk di lakukan pemeriksaan terhadap pasien, namun ditolak oleh keluarga.

“Ada video dimana pria itu menolak untuk di lakukan pemeriksaan terhadap pasien oleh Dokter jaga dan tim medis yang bertugas pada saat itu, sambungnya.’’ Jadi bukan kita tolak, namun saat petugas kami akan memberi penjelasan, keluarga dan pasien memilih pergi,” tukas Dr. Berounly Rey.

(**/arp)

Artikel ini telah dibaca 2,996 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bulan Juli Pelayanan Kesehatan RSUD Sam Ratulangi Dipusatkan di Tounsaru Tondano Selatan

13 April 2026 - 23:09 WITA

Antimateri, Zat Termahal di Dunia: 1 Gram Bisa Bernilai 1000 Triliun

6 April 2026 - 15:38 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

Trending di Hukrim