Sitaro.sulutnews.com – Upaya panjang Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) untuk memperbaiki kualitas pendidikan di wilayah kepulauan akhirnya membuahkan hasil nyata. Melalui rangkaian pertemuan strategis di Jakarta, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit sukses melobi pemerintah pusat hingga menyepakati program revitalisasi untuk 10 sekolah di Sitaro pada tahun anggaran 2026.
Capaian ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan kepulauan yang selama ini kerap menghadapi tantangan akses, keterbatasan fasilitas, dan ketimpangan mutu dibandingkan daerah daratan. Sitaro yang tersebar dalam gugusan pulau dan pegunungan sering kali harus bekerja lebih keras agar bisa dilirik dalam program nasional.
Melalui agenda Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Chyntia memanfaatkan ruang dialog dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI serta Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Wulla, untuk mendorong pemerataan pendidikan daerah kepulauan. Hasilnya, kementerian menetapkan Sitaro sebagai salah satu daerah penerima program revitalisasi sekolah tahun 2026.
“Puji syukur, perjuangan kita tidak sia-sia, Ada 10 sekolah yang dipastikan akan direvitalisasi. Ini bukti perhatian pemerintah pusat terhadap daerah kepulauan yang selama ini harus berjuang lebih keras dalam urusan akses pendidikan.” ujar Chyntia, Minggu, 19/10/2025.
Chyntia menegaskan, capaian tersebut bukan hasil perjalanan singkat, melainkan buah dari komunikasi intensif dan konsisten yang selalu dibangun setiap kali ia melakukan perjalanan dinas ke pusat. Ia menyebutkan, setiap kunjungan kerja harus memberikan hasil yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Setiap dinas luar daerah harus memberi dampak yang nyata. Tidak sekadar hadir dalam pertemuan, tetapi pulang membawa program, anggaran, dan solusi bagi kebutuhan daerah,” tegasnya.
Program revitalisasi ini mencakup perbaikan infrastruktur fisik, penyediaan sarana penunjang pembelajaran, hingga peningkatan fasilitas teknologi. Pemerintah daerah berharap, langkah ini akan menjadi titik awal percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Sitaro, dari pulau terluar hingga pusat kabupaten.
Dengan keberhasilan lobi tersebut, Bupati secara sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal kesiapan teknis, administrasi, hingga pengalokasian anggaran pusat pada 2026.
Ia menekankan, pendidikan adalah investasi utama bagi masa depan generasi muda di kepulauan.
“Anak-anak Sitaro berhak mendapatkan kesempatan pendidikan yang setara. Dengan fasilitas yang lebih layak, mereka bisa bersaing dan menggapai masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Program revitalisasi 10 sekolah ini menjadi titik penting bahwa daerah kepulauan bukan sekadar penerima bantuan, tetapi mampu memperjuangkan haknya melalui kerja keras, komunikasi yang tepat, dan kepemimpinan yang konsisten.





