Tahuna, Sulutnews.com – Kampus Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), terus mendorong berbagai pelatihan untuk mengedukasi berbagai pengetahuan yang berguna dan berdampak.
Tim pengabdian masyarakat dari kampus tersebut, menjadikan Madrasah Aliyah Muhammadiyah Petta, kecamatan Tabukan Utara sebagai lokasi edukasi, pada (14/08/2025) diketuai oleh Yangli Tuwohingide, dengan anggota tim Iswanto Gobel, Meistvin Walembuntu dan 2 orang mahasiswa tingkat akhir.

Dijelaskan oleh tim bahwa Kegiatan tersebut mengedukasi soal kejadian gawat darurat dalam penanganan medis, merupakan situasi yang dapat mengancam nyawa dan mengakibatkan kecacatan bila tidak ditangani dengan segera.
Disampaikan oleh tim, bahwa Tindakan emergency pra Hospital dengan cepat dan tepat sangat penting dilakukan karna dapat meningkatkan keberhasilan, pada beberapa kondisi darurat juga ada beberapa tindakan yang dapat diberikan hanya dilokasi kejadian seperti mimisan, pingsan dan rawat luka.
“kejadian tersebut dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan pada siapa saja termasuk pada siswa-siswa disekolah, oleh karena itu sebagai bentuk Pengabdian kepada masyarakat, maka Polnustar hadir malaksanakan Pelatihan Emergency Respon atau penanganan kedaruratan pada kecelakaan di sekolah”. Kata ketua Tim, Yangli Tuwohingide.

Selain itu ada materi yang diberikan mengenai penanganan pada kasus pingsan, tersedak dan mimisan serta pemberian tindakan bantuan hidup dasar pada korban yang mengalami henti jantung dan henti napas.
Selama kegiatan berlangsung siswa-siswa terlihat antusias bahkan mereka langsung mempraktekkan tindakan penanganan tersebut pada teman mereka dan pada manekin (alat peraga) yang disiapkan.
“Kami berterima kasih dikarenakan apa yang kami sampaikan, mendapat respon positif dari para siswa, tak sekedar mendengar atau menyimak mereka bahkan melakukan praktek untuk mempertegas ilmu yang mereka peroleh” Kata Yangli Tuwohingide.
Tim Polnustar bukan sekedar memberikan materi untuk mengedukasi namun mereka menghibahkan beberapa peralatan
emergency, antara lain kota P3K beserta isinya (kasa steril, betadine, mitela, dan lain-lain, alat pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, tensi meter digital, timbangan berat badan digital, alat pemeriksaan saturasi oksigen dan termogan.

“Alat-alat.yang kami hibahkan seperti tensi meter dan pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol diharapkan akan menjadi bagian dari upaya preventif guru untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit degeneratif. Bantuan perlengkapan medis sederhana ini bertujuan agar disekolah ini ada kesiapan apabila terjadi hal-hal seperti yang kami sampaikan dalam materi tadi, juga apabila terjadi kecelakaan dan kondisi darurat maka pihak sekolah dapat melaksanan pertolongan pertama sebelum di bawah ke Rumah sakit” pungkas Ketua Tim.
pada akhir sesi dilakukan evaluasi dan didapatkan peningkatan pengetahuan siswa sebanyak 61 % terkait tindakan yang diajarkan, juga diakhir materi diajarkan cara penggunaan berbagai alat yang telah dihibahkan bahkan para guru langsung mengukur tekanan darah, memeriksa gula darah, asam urat serta kolesterol, dengan alat yang sudah dihibahkan.

Sementara itu, pihak sekolah melalui Jalali Mangumpaus, menyampaikan terima kasih kepada tim pengabdian Polnustar, menurut dia edukasi seperti itu sangat penting apalagi di lingkungan sekolah. “Saya sangat berterima kasih kepada Polnustar karena materinya menarik dan sangat dibutuhkan oleh sekolah, apalagi Polnustar tidak hanya memberikan pengetahuan tapi juga telah menghibahkan alat yang pastinya akan digunakan dengan baik dan kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya”. Pungkas Mangumpaus menutup. (Andy Gansalangi)





