Minsel,Sulutnews.com – Penjabat Hukum Tua Desa Linelean Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan, Novita Wowor, S.Kep membantah tuduhan yang beredar di media sosial (medsos) terhadap pemerintahan yang dipimpinnya dinilai tidak transparan dalam penggunaan Dana Desa (DD) tahun 2023.
Novita membantah pemberitaan sebelumnya “Dinilai Tidak Transparan Soal Dana Desa, Hukum Tua Desa Linelean Di keluhkan Warga”
Novita mengatakan, tuduhan yang tidak berbasis data itu sengaja dipolemikan ke ruang publik medsos oleh pihak-pihak tertentu yang mengaku warga masyarakat Desa Linelean. Sebab menurutnya, semua program kegiatan DD sebelumnya harus melalui Musyawarah Desa. Bahkan pelaksanaanya pun melibatkan masyarakat.
Lanjut Novita, ada beberapa item program DD Tahun 2023 yang disebut-sebut tidak transparan. Pertama, pembuatan Paving Blok jalan panjang 5 x 100 dan 73 x 4 dengan anggaran Rp. 220 juta, katanya terjadi pengurangan anggaran adalah tidak benar. Tetapi sebaliknya hasil pekerjaan itu ada kelebihan 1 meter.
”Kami dari pemerintah mengurangi anggaran dan membeli Paving tidak sesuai itu salah, Karena Paving yang kami beli melewati uji lab. Dan Paving itu tahun 2023 sudah terpasang baik. Tapi tahun 2025 ini ada masyarakat secara sengaja membongkar ingin memperlancar saluran air untuk kebutuhan di perkebunan mereka. Paving itu diperbaiki secara baik. Kalau dikatakan tidak terbuka anggaran itu salah. Soal paving patah-patah itu bukan karena kualitas tidak baik atau hasil pekerjaannya, tetapi karena struktur tanah bergerak akibat dari pengeboran untuk jaringan pipa air bersih dibawahnya. Sehingga paving pun bergerak hingga patah ketika dilintasi kendaraan,” terang Hukum tua bersama Kepala Seksi Kesra Romi Waworutu, Kaur Perencaan Robi Taniowas dan Kepala Jaga VI Frangky Adam kepada wartawan media ini, Sabtu (22/03/2025).
Kedua, kata Novita, terkait program ketahanan pangan, soal anggaran penanaman kentang Rp 39 juta. Ia bersama perangkat desa memastikan semua telah dialokasikan untuk pembelian bibit, obat, tenaga kerja dan perawatan. Hanya saja karena faktor cuaca sehingga tanaman kentang tersebut mengalami gagal panen. Dia menegaskan, tuduhan anggaran kentang digunakan perangkat desa jalan-jalan ke Gorontalo sama sekali tidak benar.
”Katahanan Pangan dikelolah dengan baik. Karena tidak ada anggaran sewa lahan, maka lahan kami pinjamkan ke masyarakat untuk dikelolah. Dan kentang ditanam sesuai waktunya tapi saat ditanam berhadapan musim hujan, akhirnya gagal panen. Kami pergi ke Gorontalo itu menggunakan uang pribadi masing-masing, tidak terkait anggaran dana desa atau bentuk lainnya,” bebernya.
Ketiga, Novita menyebut program pencegahan Stunting, berupa pembagian Susu Ultra untuk Balita rutin diberikan setiap bulan. ” Terkait postingan di medos, jujur saja susu ultra itu disediakan sesuai jumlah sasaran bayi yang ada di Posyandu. Terkadang jumlah bayi yang datang di Posyandu sedikit, jadi Susu Ultra diberikan sesuai jumlah bayi datang di Posyandu” pungkasnya.
Tidak kalah penting juga soal papan APBDes 2023 kala itu, Pj Hukum Tua ini mengaku tidak sempat pampang di depan Kantor Desa meskipun sudah dibuat dalam bentuk baliho. ” Waktu itu saya baru saja dilantik, masih banyak belum tahu, makanya balihonya sudah dibuat tapi aparat tidak pampang di Kantor Desa,” tambah Novita.
Namun demikian, Pj Hukum Tua bersama tiga Perangkat Desa tersebut memastikan bahwa realisasi anggaran DD Tahun 2023 Desa Linelean telah dilaksanakan secara transparan,” Sudah melalui audit Inspektorat. Hasil audit tidak ada masalah,” tutup Novita diiakan tiga aparat desa Romi, Robi dan Frangky.(*/Redaksi)







