Bitung, Sulutnews.com — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus mendorong terwujudnya birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui kegiatan Penandatanganan Piagam Bersama Pembangunan Zona Integritas, dalam rangka Syukuran Hari Bakti Imigrasi ke-76, Senin (26/1/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju” tersebut dirangkaikan dengan peresmian 18 Kantor Imigrasi di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari penguatan layanan keimigrasian nasional.
Dalam amanatnya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Drs. Agus Andrianto, SH., MH., menyampaikan bahwa pembangunan zona integritas merupakan langkah strategis dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan yang bersih, profesional, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Zona integritas bukan sekadar seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam pola kerja, sikap, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Menteri Imipas Agus Andrianto.
Sejalan dengan hal tersebut, Kemenimipas melakukan penajaman sinkronisasi peraturan perundang-undangan, penguatan layanan keimigrasian berbasis digital, serta peningkatan kualitas layanan pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) guna menjawab tantangan global dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam upaya perlindungan masyarakat, khususnya pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kemenimipas memperkuat peran PIMPASA (Petugas Imigrasi Pembina Desa) melalui kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.
Program ini bertujuan menghadirkan negara hingga ke tingkat desa melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan, serta deteksi dini terhadap potensi perdagangan manusia.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa “PIMPASA menjadi ujung tombak keimigrasian dalam melindungi masyarakat dari ancaman perdagangan orang,”
Kemenimipas juga menyampaikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Indonesia diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk penyerapan tenaga kerja Warga Negara Indonesia (WNI) serta kepatuhan terhadap ketentuan keimigrasian yang berlaku.
Sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, rangkaian kegiatan turut diisi dengan pemberian bantuan sembako kepada masyarakat serta penanaman pohon kelapa, yang mencerminkan kepedulian sosial dan perhatian terhadap pembangunan berkelanjutan.
Melalui tema Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju, Kemenimipas kembali menampilkan peran strategis keimigrasian sebagai penjaga gerbang negara, yang mencakup fungsi pelayanan masyarakat, penegakan hukum, serta penjagaan keamanan dan kedaulatan negara, dengan terus menyesuaikan diri terhadap dinamika global.
Kepala Kantor Imigrasi Bitung, Ruri Hariri Roesman kembali menyampaikan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Sebagaimana amanat Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, seluruh jajaran imigrasi harus membuktikan melalui kerja nyata, menghadirkan pelayanan yang bersih, humanis, dan profesional, serta menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Inilah semangat Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju,” ujar Ruri Hariri Roesman.
Seluruh rangkaian diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur.
(Tzr)





