Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bengkulu Selatan · 18 Okt 2024 18:16 WITA ·

Pembinaan Kemandirian WBP : Pengolahan Kopi Bubuk Adirejo Lapas Curup


Pembinaan Kemandirian WBP : Pengolahan Kopi Bubuk Adirejo Lapas Curup Perbesar

Curup,Sulutnews.com Kopi menjadi salah satu komoditas khas yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Rejang Lebong. Produksi Kopi robusta menjadi yang utama dari jenis kopi lainnya, karena memang sangat cocok dengan jenis tanah yang ada di Bumi Rafflesia ini.

Salah satu jenis kopi andalannya yaitu Robusta sangat digemari oleh para penikmat kopi. Komoditi potensial tersebut juga dilirik oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Curup sebagai sarana pengembangan kemandirian para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Ya, berlabel Kopi Adirejo, Lapas Kelas IIA Curup mulai mengolah kopi bubuk kemasan hasil karya WBP ini kepada Sesama WBP, Petugas, dan masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Curup, Ronaldo Devinci Talesa (18/10/2024) mengungkapkan, sebelumnya para WBP memang dilatih keterampilan pengolahan biji kopi menjadi bubuk dan pengemasan oleh Instruktur dari mitra keja dari PKBM (Pusat Kegiatan Belajar masyarakat) Kabupaten Rejang Lebong.

Sebagai salah satu program pembinaan kemandirian, pengolahan Kopi Adirejo tentunya efektif meningkatkan kemampuan dan pengalaman para WBP.

Namun diakui Ronaldo ada beberapa kendala yang ditemui dalam mengembangkan Kopi Adirejo. Tingginya harga bahan baku biji kopi dan situasi ekonomi nasional serta global tak pelak menyebabkan permintaan Kopi  menurun.

Ditambah lagi, menjamurnya pengusaha barista kopi bubuk juga menjadi tantangan tersendiri di tengah iklim pasar yang kurang bersahabat. Oleh sebab itu, ia berpendapat perlu ada pelatihan lanjutan untuk menjaga kualitas cita rasa.

“Dalam hal ini, menurut saya harus ada kegiatan pelatihan lanjutan untuk meningkatkan kemampuan WBP atau petugas dalam melaksanakan produksi Kopi Adirejo. Misalnya mencoba melakukan diversifikasi bahan baku kopi dari berbagai daerah untuk menambah varian produk. Tapi sayangnya saat ini kami belum menemukan mitra dalam mencari bahan baku. Selama ini pembuatan produk masih dikelola secara mandiri,” ujarnya.

Melalui Kopi Adirejo, Ronaldo berharap pembinaan kemandirian ini terus dikembangkan karena bermanfaat untuk mengasah keterampilan dan dapat menjadi modal bagi WBP saat kembali ke masyarakat nantinya. Terlebih trend minum kopi dan penjualannya sangat diminati saat ini. (Dinaro)

Artikel ini telah dibaca 1,170 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemerintah Desa Kotabumi Baru Kecamatan Seginim Bagikan Beras Dan Minyak Goreng Terhadap Warganya

19 April 2026 - 20:06 WITA

Penetapan keluarga Penerima Manfaat BLT-DD Desa Kotabumi Baru Kecamatan Seginim TA.2026 

19 April 2026 - 06:47 WITA

Promosi Arung Jeram Di Tempat Wisata Desa Air Tenam Kecamatan Ulu Manna

14 April 2026 - 16:59 WITA

Desa Air Tenam Salah Satu Desa Di Kabupaten Bengkulu Selatan Yang Memiliki Potensi Wisata 

14 April 2026 - 16:40 WITA

Kuasa Hukum YN Mengajak Seluruh Pihak Menghormati Proses Hukum Jangan Sampai Masyarakat Terprovokasi

7 April 2026 - 22:15 WITA

Bupati Beserta Kadis PUPR Bengkulu Selatan Tinjau Langsung Tebat Baghu Terkait Keluhan Warga

28 Maret 2026 - 13:26 WITA

Trending di Bengkulu Selatan