Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 7 Jul 2025 14:40 WITA ·

Nyaris Dijual ke Kamboja Lima Pemuda Bitung Diselamatkan Polisi


Polres Bitung gagalkan perdagangan orang ke Kamboja, Lima pemuda nyaris jadi korban TPPO Perbesar

Polres Bitung gagalkan perdagangan orang ke Kamboja, Lima pemuda nyaris jadi korban TPPO

Bitung, Sulutnews.com –Nyaris dijual ke Kamboja, lima pemuda Kota Bitung ini hampir saja menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah diiming-imingi pekerjaan bergaji besar.

Beruntung, Polres Bitung bergerak cepat dan berhasil menggagalkan rencana kejahatan tersebut.

Pada Sabtu (5/7/2025) pukul 04.45 WITA, Unit Opsnal dan Piket Sat Intelkam Polres Bitung menerima informasi adanya sejumlah anak muda yang akan diberangkatkan ke Kamboja.

Polisi segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para korban sebelum mereka berangkat.

Para korban yang berhasil diselamatkan masing-masing berinisial ANB (24), SMR (20), AGR (19), CRK (19), dan CRS (17).

Diketahui, sebelumnya mereka dihubungi oleh seseorang yang mengaku bernama Alfa Dean Cainer melalui pesan WhatsApp dan ditawari pekerjaan dengan gaji besar di luar negeri.

Korban kemudian diarahkan untuk menghubungi seorang manajer perusahaan yang mengaku bernama Koko R melalui aplikasi Telegram.

Kapolres Bitung AKBP Albert Zai, SIK, MH, melalui Kasat Intelkam AKP Slamet, membenarkan hal tersebut.

Menurutnya, para korban dijanjikan akan diberangkatkan melalui jalur Bitung – Gorontalo – Jakarta – Malaysia – Kamboja.

“Setelah kami amankan, orang tua korban diundang ke Polres Bitung untuk diberikan penjelasan dan anak-anak mereka diserahkan kembali kepada orang tua masing-masing,” jelas AKP Slamet.

Para orang tua korban mengaku sangat bersyukur atas tindakan cepat Polres Bitung yang telah menyelamatkan anak-anak mereka dari TPPO.

Saat ini Polres Bitung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan sindikat TPPO yang mengintai melalui media sosial dan aplikasi pesan.

Polisi mengimbau masyarakat, terutama anak muda, untuk tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan di luar negeri dengan gaji tinggi tanpa proses resmi.

Peristiwa Ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk tidak mudah percaya pada tawaran kerja instan di luar negeri, karena bisa saja itu perangkap perdagangan orang.

” Saat ini Polres Bitung akan terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku TPPO guna proses hukum lebih lanjut.” Tegas AKP Slamet.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,241 kali

Baca Lainnya

PP AMPG Tasyakuran HUT ke-24, Perkuat Sinergi Pemuda Internasional

14 Februari 2026 - 22:09 WITA

Kabapelkum Bitung : Transformasi Digital Dorong Peningkatan Pelayanan Publik 

14 Februari 2026 - 00:29 WITA

Enam Ormas di Bitung Nyatakan Dukungan Terhadap Kejari 

12 Februari 2026 - 11:51 WITA

Merson Simbolon Menerima Penghargaan Kartu Pers Nomor Satu di HPN 2026

10 Februari 2026 - 11:15 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya