Rote Ndao.sulutnews.com – Menjelang libur panjang Idulfitri yang akan segera tiba, kabupaten Rote Ndao kembali menjadi sorotan terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kabupaten. Setelah sebelumnya disebut-sebut sebagai “paket misterius” karena tidak ada penjelasan resmi mengenai asal usul dan kriteria penerima, hari ini (16 Maret 2026) diketahui bahwa paket MBG di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain telah tersalurkan secara diam-diam tanpa informasi apapun bagi masyarakat luas.
Sebelumnya, paket MBG diduga diperuntukkan bagi siswa-siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-kabupaten Rote Ndao, dengan sumber dana berasal dari anggaran SPPG MBG lokal. Namun, hingga beberapa waktu lalu tidak ada kejelasan resmi dari pemerintah kabupaten mengenai distribusi paket ini, membuat banyak siswa dan orang tua di Kelurahan Metina mengungkapkan kekhawatiran karena belum pernah menerima manfaat program tersebut meskipun libur bersama semakin dekat.
Pada September 2025 lalu, program MBG pernah berjalan dengan baik di wilayah yang sama, dimana sebanyak 5.789 orang termasuk siswa di Kecamatan Lobalain mendapatkan makanan yang disiapkan dari dapur kelurahan Metina dan Mokdale. Ironisnya, meskipun sebelumnya tidak ada tanda-tanda pembagian, anggaran MBG untuk Kelurahan Metina tetap mengalir ke rekening khusus yang ditetapkan, membuat banyak pihak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran.
Kabar tersalurannya paket MBG hari ini datang tanpa pemberitahuan resmi. Warga yang mendengar kabar ini menyatakan bahwa proses pembagian dilakukan secara tidak terbuka, dan pihak kelurahan tampaknya memilih untuk tetap bisu tanpa memberikan penjelasan mengenai siapa saja penerima paket, jumlah yang diberikan, serta alasan mengapa distribusi dilakukan secara diam-diam. Masyarakat berharap pemerintah kabupaten Rote Ndao segera melakukan klarifikasi dan memastikan bahwa program MBG berjalan dengan benar serta memberikan manfaat kepada siswa yang benar-benar membutuhkan.
Apakah pemerintah kabupaten akan melakukan verifikasi terkait proses pembagian yang terjadi hari ini dan membuka data penerima paket MBG untuk memastikan akuntabilitas pengelolaan anggaran publik?






