Tahuna, Sulutnews.com – Harapan warga akan akses jalan yang layak kembali bergelora di Dusun Sowang, Kampung Kahakitang, Kecamatan Kepulauan Tatoareng. Sejak akhir pekan lalu, masyarakat bahu membahu memperbaiki jalan berlubang dengan cara pengecoran manual. Aksi gotong royong ini turut dibantu warga Kampung Taleko Batusaiki sebagai bentuk solidaritas antarwarga di Pulau Kahakitang.

Jalan kabupaten yang dibangun pada era pemerintahan Bupati Hironimus Rompas Makagansa (HRM) sekitar tahun 2014 itu kini mengalami kerusakan parah. Pergantian kepemimpinan daerah tak kunjung menghadirkan perbaikan, meski ruas jalan lingkar Kahakitang selalu menjadi usulan prioritas dalam forum Musrenbang kecamatan setiap tahun. Bahkan hingga kini masih ada wilayah di pulau tersebut yang belum tersentuh aspal.

Melihat kondisi semakin memprihatinkan dan mulai memakan korban, Pemerintah Kampung Kahakitang mengambil langkah cepat demi kepentingan masyarakat. Di bawah komando Kapitalaung Maxwel Boy Patandra, yang akrab disapa Lao Boy, warga mulai melakukan pengecoran pada bagian jalan yang paling rusak.
“Kami tidak ingin menunggu sampai ada korban lagi. Masyarakat membutuhkan akses jalan yang aman setiap hari,” ujar Kapitalaung Patandra di sela kegiatan gotong royong. “Memang ini bukan tanggung jawab pemerintah kampung karena statusnya jalan kabupaten, tapi masa kami hanya berdiam diri? Untuk kenyamanan masyarakat, apa yang bisa kami lakukan, kami lakukan.” tandanya.

Ia juga menambahkan bahwa perjuangan untuk peningkatan infrastruktur jalan tetap akan dilanjutkan melalui jalur resmi.
Dengan pengecoran yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat, akses di Dusun Sowang kini mulai dapat dilalui kendaraan roda dua. Aktivitas warga dalam mengangkut kebutuhan pokok maupun hasil bumi menuju pelabuhan untuk dibawa ke Tahuna pun menjadi lebih aman dan nyaman.

Meski perbaikan masih bersifat sementara, warga Sowang menyebut gerakan gotong royong ini bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga menambal asa yang selama ini hampir padam. Masyarakat berharap pemerintah daerah memberikan respons nyata agar pulau berpenduduk ribuan jiwa itu tak lagi tertinggal dalam hal pembangunan. (Andy Gansalangi)





