Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Bengkulu · 27 Jul 2024 20:21 WITA ·

Masyarakat Minta Tindakan Tegas Kapolda Terhadap Oknum Penyidik RE yang Diduga Menghalangi Upaya Pencarian Keadilan


Masyarakat Minta Tindakan Tegas Kapolda Terhadap Oknum Penyidik RE yang Diduga Menghalangi Upaya Pencarian Keadilan Perbesar

Sulutnews.com, Bengkulu – Sekumpulan masyarakat yang tengah memperjuangkan hak atas tanah di wilayah Kelurahan Pekan Sabtu mengunjungi Polda Bengkulu untuk menanyakan perkembangan laporan beberapa hari lalu, Jum’at (26/07/2024)

Namun, mereka mengaku kecewa dengan perlakuan oknum penyidik Polda Bengkulu berinisial RE, yang dianggap tidak layak dan di luar konteks penyidikan. Masyarakat berharap Kapolda Bengkulu, bahkan Kapolri, memberikan sanksi kepada oknum tersebut.

Menurut Darius, SH, salah satu perwakilan masyarakat, “Kami minta Kapolda Bengkulu memberikan sanksi kepada penyidik RE di Polda Bengkulu karena kami merasa dihalangi dalam mencari keadilan. Saat saya masuk ke ruangan penyidik, saya ditanya dengan nada yang tidak pantas, ‘Kamu di sini sebagai apa?’ Saya jawab, ‘Sebagai penerima kuasa dari ahli waris pemilik tanah.’ Tapi penyidik RE malah menanyakan lagi, ‘Masyarakat yang mana? Kamu siap menghadirkan ahli warisnya?’ Saya jawab siap menghadirkan ahli waris Iswandi. Pertanyaan-pertanyaan RE sangat tidak relevan dan tidak profesional, serta terkesan tidak sopan dan tidak mendukung perjuangan kami dalam menyelesaikan sengketa tanah di Kelurahan Pekan Sabtu,” jelas Darius.

“Kami hanya mendatangi Polda Bengkulu untuk mempertanyakan laporan yang sudah hampir sepekan belum ditindaklanjuti. Kami ingin dilayani dengan baik, namun malah ditanya ‘Kamu masyarakat mana?’ Ini sangat tidak etis. Polisi tidak seharusnya menakuti masyarakat, perlu diingat itu,” tambah Darius.

Suhestin, perwakilan lainnya, menyampaikan kekhawatirannya terhadap sikap polisi dalam menangani kasus mereka. “Kami sangat mengeluhkan sikap polisi dalam menghadapi kami yang membawa masalah sengketa lahan di Pekan Sabtu. Ada apa di balik sikap polisi ini?”

“Dari lokasi tanah kami di Kelurahan Pekan Sabtu, terlihat polisi melakukan tekanan pada masyarakat yang membela haknya yang diserobot orang lain. Apakah kami salah? Kami meminta Kapolda Bengkulu untuk segera mengusut kasus ini. Kami juga merencanakan unjuk rasa damai dalam waktu dekat terkait penyerobotan tanah kami oleh pihak yang diduga bekerja sama dengan mafia tanah,” tegas Suhestin.

Masyarakat berharap dengan adanya tindakan tegas dari Kapolda Bengkulu, masalah ini bisa segera terselesaikan dan mereka mendapatkan keadilan yang layak.

Ilpi.T

Artikel ini telah dibaca 1,030 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Terungkap! Tersangka ditangkap dulu, Laporan Polisi Menyusul, Kasus PPA Kaur Bikin Geger

18 April 2026 - 16:48 WITA

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Trending di Adat Budaya