Menu

Mode Gelap
DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global

NTT · 6 Jun 2025 16:14 WITA ·

Martabat DPRD Rote Ndao Diinjak-injak: Anggota Komisi C Ancam Warga


Martabat DPRD Rote Ndao Diinjak-injak: Anggota Komisi C Ancam Warga Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur kembali dihebohkan oleh tindakan arogansi seorang wakil rakyat. Absalom Polin, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Komisi C, telah mempermalukan lembaga yang diwakilinya dengan tindakan intimidasi terhadap warga sipil. Kejadian ini pada Jum’at 6Juni 2025 Jam 10:15 Wita di rumah Warga ES yang kini viral di perbincangakan di masyarakat

Absalom Pollin menunjukkan betapa rendahnya moral dan etika yang ditunjukkan oleh diri nya sebagai Anggota Dewan .

Insiden bermula dari permasalahan sepele: penempatan dan kerusakan bak sampah sementara(TPS). Namun, Absalom Polin, bukan menyelesaikan masalah secara damai dan dialogis, malah menggunakan kekuasaannya untuk mengintimidasi warga. Ia mendatangi rumah warga, mengancam dengan nada tinggi, dan secara terang-terangan memanfaatkan jabatannya di Komisi C (yang membidangi infrastruktur dan lingkungan hidup) untuk membenarkan tindakan premanismenya. Lebih memalukan lagi, aksi intimidasi ini dilakukan di hadapan keluarga dan tamu warga tersebut.

Saksi mata ES menuturkan.”Absalom Polin mengancam dengan kalimat, “Saya DPRD Rote Ndao di Komisi C, saya akan panggil Kadis dan saya marah Kadis!” Kalimat tersebut dilontarkan dengan mimik muka merah dan mata melotot, menunjukkan arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan yang nyata. Ancaman untuk “memarahkan” Kepala Dinas PUPR semakin menguatkan kesan sewenang-wenang yang dilakukannya.”Ungkap ES.

Tindakan Absalom Polin ini bukan hanya melukai hati warga, tetapi juga telah mencoreng martabat DPRD Kabupaten Rote Ndao. Aksi intimidasi ini telah mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Seorang wakil rakyat seharusnya menjadi panutan, bukan pelaku intimidasi dan penyalahgunaan wewenang.

Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi seluruh masyarakat Rote Ndao. Peristiwa ini menuntut evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan perilaku para wakil rakyat. Tindakan tegas dan konsisten harus segera diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif. Semoga insiden ini menjadi momentum perubahan, mengajarkan pentingnya etika dan tanggung jawab dalam mengemban amanah rakyat.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,251 kali

Baca Lainnya

Kebenaran Terungkap: Mus Frans Mandato Bebas Murni, Kebohongan PT Bo’a Development Terbongkar

22 April 2026 - 16:17 WITA

Tumbuh Bersama, Memberi Makna bagi Sesama

21 April 2026 - 07:13 WITA

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Trending di Internasional