Tahuna, Sulutnews.com – Wajah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tahuna (Lapas) di Kabupaten Kepulauan Sangihe terus bersolek, berbagai fasilitas untuk warga binaan maupun yang bisa di akses publik pun tersedia.
Dibawah kepemimpinan Kepala Lapas Iskandar Djamil, Lapas ini mengalami perubahan signifikan, mulai dari fasilitas maupun informasi yang dapat diakses publik pun di siapkan.
Meski diterpa berbagai persoalan yang seakan tak henti, tak membuat Lapas ini berhenti berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi warga binaan maupun bagi kepentingan publik.
Di Lapas ini, disiapkan bengkel kerja bagi para warga binaan, dari sana mereka menghasilkan karya-karya berupa furniture, alat-alat musik serta cenderamata.
Hasil kerja warga binaan ini pun di pasarkan dan diminati berbagai kalangan, mulai dari perhotelan, restoran dan masyarakat luas, tak hanya di pasar lokal, hasil karya mereka bahkan tembus keluar pulau Sangihe.
Selain bengkel kerja, Lapas ini juga membuka tempat pangkas rambut, yang dapat diakses masyarakat luas, tempat pangkas rambut ini dibangun tepat didepan Lapas, lokasi strategis di pusat kota, membuat tempat itu banyak dikunjungi warga untuk pangkas rambut.
Hal unik melalui kebijakan Kalapas, para warga binaan yang memberi diri untuk bekerja di bengkel maupun di tempat pangkas rambut, masing-masing mendapatkan rewards, dimana mereka dibuatkan buku tabungan bank sehingga hasil kerja mereka dapat mereka nikmati.
“Kami disini mendorong warga binaan untuk memperbaiki diri, sehingga pada saat mereka keluar nanti, mereka memiliki keahlian yang tentunya demi masa depan mereka juga. Kemudian mereka bekerja dibengkel maupun di tempat pangkas rambut saya selalu menegaskan agar mereka memperoleh hasil dari kerja kerasnya, kemudian harus ditabung agar suatu saat mereka bebas itu bisa menjadi modal” cerita Kalapas.
Ia mengatakan, pembenahan di Lapas terus dilakukan, saran kritikan dari masyarakat menjadi penyemangat untuk membuat sebuah perubahan bagi pelayanan di Lapas, berbagai fasilitas untuk warga binaan maupun bagi masyarakat yang datang di Lapas pun disiapkan.
“Masukan ataupun kritikan itu kan sebuah vitamin untuk mendorong kami berbenah, makanya pelan tapi pasti selain pelayanan, fasilitas pun kami perbaiki demi kenyamanan bersama” tandasnya.
Tak hanya itu, salah satu contoh bagi warga binaan ada kebijakan yang tidak merokok disiapkan tempat agar terpisah dari perokok, hal itu bertujuan memberikan rasa nyaman bagi warga binaan.
Kemudian soal pelayanan kata Kalapas, makanan pun di siapkan sesuai jadwal, pelayanan kerohanian bagi Nasrani dan Muslim terjadwal dengan baik, sehingga warga binaan mendapatkan asupan bina rohani dan iman secara teratur.
Diakui oleh Kalapas, sejak Kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimpas) terus berbenah, selain fasilitas menjadi perhatian, juga soal informasi publik menjadi bagian penting. “Kami kini terus berbenah, soal pelayanan informasi publik Lapas menyiapkannya sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi-informasi tentang Lapas melalui platform media digital dan sosial” ungkapnya menutup. (Andy Gansalangi)





