Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Jatim · 3 Mei 2025 22:31 WITA ·

Kunjungan Kerja Panja Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR RI ke PT Petrokimia Gresik


Kunjungan Kerja Panja Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR RI ke PT Petrokimia Gresik Perbesar

Gresik, Sulutnews.com – Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Komisi IV DPR RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pabrik Pupuk Petrokimia Gresik, Jawa Timur, pada Sabtu, 3 Mei 2025. Kunker yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Ir. Panggah Susanto, M.M., selaku Ketua Panja, bertujuan untuk meninjau langsung distribusi pupuk bersubsidi di Jawa Timur dan mendapatkan masukan terkait distribusi pupuk bersubsidi secara nasional.

Rangkaian kunjungan dimulai dengan peninjauan ke Kandangan di Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, dilanjutkan ke pengecer/Kios Sahabat Tani, dan Gudang Distributor Anak Gresik Raya Kencana (AGRK). Puncak kunjungan adalah peninjauan dan pertemuan di Pabrik PT Petrokimia Gresik di Jl. Gubernur Suryo, Tlogopojok, Gresik. Pertemuan dihadiri oleh Direksi PT. Petrokimia Gresik, Dirut PT Pupuk Indonesia, Bupati Gresik, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, yang juga anggota Panja, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, dibahas secara intensif mengenai distribusi pupuk bersubsidi, termasuk permasalahan yang dihadapi petani di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Usman Husin mengusulkan model baru distribusi pupuk bersubsidi di NTT, yaitu sistem barter dengan hasil panen padi petani yang kemudian diserap oleh Perum Bulog. Sistem ini diharapkan dapat meringankan beban petani dan menjamin ketersediaan pupuk subsidi saat musim tanam.

“Saya usulkan agar pupuk subsidi dibarter dengan hasil panen padi petani yang diambil oleh Bulog, sehingga membantu petani di NTT dan memastikan ketersediaan pupuk saat dibutuhkan,” ujar Usman Husin.

Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang mekanisme distribusi pupuk bersubsidi dan menghasilkan rekomendasi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan pemerataan distribusi pupuk bagi para petani di seluruh Indonesia.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,194 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Hadiri Rakornas Pusat -Daerah Tahun 2026

2 Februari 2026 - 23:24 WITA

DANDIM 1627/ROTE NDAO HADIRI RAKORNAS PUSAT-DAERAH TAHUN 2026

2 Februari 2026 - 23:11 WITA

Trending di Bali