Bengkulu selatan, Sulutnews. com – Tidak hanya irit dalam pengupahan ke masyarakat dalam pengerjakan penggalian siring, kegiatan pengoralan jalan lingkungan Desa Gindo suli Kecamatan Bunga Mas Kabupaten Bengkulu Selatan,yang anggaran nya Rp.122.513.000 juga irit dalam memuat keterangan pada papan merek yang tertempel di sekitar lokasi pengerjaan.

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan volume pengerjaan tidak dicantumkan.
Berdasarkan keterangan masyarakat upah penggalian siring Panjang 1 meter, lebar 50cm dan kedalaman 50 cm hanya 20 Ribu satu meternya. Dan penggalian siring ada lebih setengah yang dikerjakan oleh masyarakat akibat upah penggalian dianggap terlalu murah maka banyak masyarakat yang mundur mengerjakan penggalian siring, meski masih ada yang sanggup akan tetapi menurut keterangan masyarakat kepala desa ingin pengerjaannya cepat cepat selesai, saat ditanya kemasyarakat apakah ada musyawarah pra pelaksanaan, Masyarakat yang enggan disebutkan nama nya tidak tau soal itu apakah ada atau tidak musyawarah pra pelaksanaan yang jelas dia tidak pernah menghadiri atau ada undangan acara muyawarah pra pelaksanaan pengerjaan jalan lingkungan (pengoralan) ujar nya.
Masih menurut masyarakat setempat pengerjaan kegiatan tersebut sekitar dua mingu.
TPK saat ditemui di kediaman nya membenarkan kan kalau upah penggalian siring ke masyarakat sebesar Rp. 20.000 satu meter nya. Dan TPK Gindo suli mengklaim kalau pengerjaan Jalan lingkungan Gindo suli volume pengerjaan sudah di lebihkan panjangnya 370 meter.

Ketua LSM pekat Provinsi Bengkulu Ishak Burmansyah saat dimintai tanggapan mengatakan, pengerjaan kegiatan jalan lingkungan yang menggunakan Dana Desa sejatinya untuk pemberdayaan terhadap masyarakat setempat dia sangat menyayangkan upah penggalian siring yang terbilang murah, untuk itu dia meminta APH untuk turun kelapangan untuk kroscek kegiatan tersebut untuk memastikan baik volume kegiatan dan unsur unsur yang lain tidak dimanfaatkan untuk keuntungan sepihak.(Dinaro)





