Bitung, Sulutnews.com – Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal kembali mendapat sorotan.
Sanggar musik kolintang Tarsier Cute dari Kota Bitung akan tampil penuh semangat di ajang Likupang Tourism Festival (LTF) 2025 yang berlangsung di kawasan wisata Pantai Pal, Likupang, Minahasa Utara.
Mereka akan mengikuti Lomba Kolintang Tingkat Sulawesi Utara, bersaing langsung dengan tim-tim kolintang senior pada 30–31 Mei 2025.
Kelompok ini beranggotakan 11 remaja berbakat, dengan formasi lengkap yang mencerminkan semangat kolintang modern, terdiri dari vokalis, gitaris, pemain cello, bass, benyo, dan juk.
Daftar personel Tim Tarsier Cute:
Queen Debora Joy Gumalang – Vokal 1
Princess Kimberly Joy Gumalang – Vokal2
Claudio Raintung – Melody 1
Pricilia Rumimpunu – Melody 2
Arfen Rafael Silinaung – Melody 3
Princess Angelique Pongoh – Gitar 1
Mhyta Septiana Sahambangun – Gitar 2
Fitri Ramadhani Rate – Benyo
Maria Makagansa – Juk
Avrili Merisa Ramoh – Cello
Keyzia Ekaristy Resa Esa – Bass
Pelatih utama, Ical Rumokoy, pria berdarah Minahasa Tenggara ini menuturkan bahwa anak-anak asuhnya telah menjalani latihan intensif selama lebih dari sebulan.
“Tarsier Cute telah menjalani pelatihan intensif selama lebih dari sebulan di Aula Kodim 1310/Bitung,” ujar Ical.
Dukungan penuh diberikan oleh Kodim 1310/Bitung, termasuk memfasilitasi tempat latihan serta pembinaan secara berkala.
Komandan Kodim 1310/Bitung Letkol Czi Hanif Tupen, ST, MIP, mengatakan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari penguatan budaya lokal.
“Kami sangat terbuka untuk mendukung kegiatan positif anak-anak muda Bitung. Musik kolintang bukan hanya soal seni, tapi juga identitas dan kebanggaan lokal. Kodim hadir sebagai rumah pembinaan budaya yang sehat dan inklusif,” tegas Letkol Hanif Tupen.
Dikesempatan yang sama, Ketua Persit KCK Cabang LXll Kodim/1310 Bitung, Ny Ratih Hanif Tupen mengungkapkan apresiasi generasi muda dalam bidang seni dan budaya.
” Saya merasa sangat bangga dan bersyukur kepada generasi muda, khususnya anak anak yang tergabung dalam Sanggar Tersier Cute, yang selalu semangat melestarikan musik kolintang.
Semoga kedepannya anak-anak generasi muda terus maju dalam bidang kesenian khususnya melestarikan kesenian budaya lokal. Dan tidak mudah goyah dengan masuknya budaya barat.” Imbuhnya.
Partisipasi sanggar Tarsier Cute di LTF 2025 menjadi cerminan bagaimana generasi muda Bitung menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi lewat sentuhan kreatif dan modern.
Diketahui, LTF digelar sebagai ajang promosi Destinasi Pariwisata Super Prioritas dalam rangka memperkenalkan budaya lokal, mendorong pariwisata berkelanjutan serta meningkatkan UMKM.
(Tzr)





