Rote Ndao,Sulutnews.com — Kehadiran Simson Polin dalam berbagai kegiatan pemerintahan di Kabupaten Rote Ndao telah memicu pertanyaan dan keraguan di kalangan publik.
Prof. Yusuf, Yang di Konfirmasi Sabtu 24 Mei 2025 dalam pernyataan-Nya, mengungkapkan beberapa poin penting terkait hal ini, mencoba untuk mengklarifikasi situasi yang menimbulkan kontroversi.
Pertama, Prof. Yusuf mempertanyakan status kehadiran Simson Polin dalam setiap kegiatan tersebut. Apakah kehadirannya atas undangan resmi pemerintah Rote Ndao, atau hanya bersifat partisipasi pribadi? Lebih lanjut, jika memang diundang, apakah Simson Polin hadir mewakili Provinsi NTT secara resmi, atau sekadar turut hadir? Pertanyaan ini muncul karena frekuensi kehadiran Simson Polin yang cukup tinggi dalam berbagai acara pemerintahan di Rote Ndao.
Kedua, Prof. Yusuf menyoroti peran dan fungsi Simson Polin sebagai anggota DPRD Provinsi NTT. Beliau menekankan bahwa Simson Polin seharusnya fokus pada tugas dan tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, terutama dalam menampung dan memperjuangkan aspirasi masyarakat NTT di DPRD Provinsi.
Kehadirannya yang berulang kali di kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, menurut Prof. Yusuf, patut dipertanyakan.
Ketiga, Prof. Yusuf menyoroti hubungan keluarga antara Simson Polin dan Wakil Bupati Rote Ndao. Beliau berpendapat bahwa hubungan keluarga ini tidak seharusnya menjadi alasan bagi Simson Polin untuk secara konsisten hadir dalam setiap kegiatan pemerintahan di Rote Ndao.
Prof. Yusuf menekankan pentingnya menjaga pemisahan antara peran dan tanggung jawab masing-masing individu, baik Simson Polin sebagai anggota DPRD Provinsi NTT maupun istrinya sebagai Wakil Bupati Rote Ndao. Tuhan, menurut Prof. Yusuf, telah memberikan tugas dan tanggung jawab yang berbeda kepada masing-masing individu, dan keduanya harus fokus pada tugasnya masing-masing tanpa mencampuradukkan urusan pribadi dan pekerjaan.
pernyataan Prof. Yusuf menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Kehadiran Simson Polin di Rote Ndao, meskipun mungkin tidak melanggar aturan secara formal, tetap menimbulkan pertanyaan publik mengenai representasi, etika, dan pemisahan peran dalam pemerintahan. Klarifikasi yang lebih lanjut dari pihak terkait diperlukan untuk menjawab keraguan masyarakat Rote Ndao.
Reporter:Dance Henukh





