Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Kaur · 29 Okt 2024 00:33 WITA ·

KAPUS Beriang Tinggi Venisa Gustian, S.ST, Tidak Perna Perintahkan Potong Hadiah Lomba Balita Sehat


Venisa Gustian, S.ST Perbesar

Venisa Gustian, S.ST

Sulutnews.com, Kaur – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 pada Rabu, 23 Oktober 2024, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kaur mengadakan acara “Lomba Balita Sehat” yang melibatkan puskesmas di wilayah Kaur.

Acara ini bertujuan untuk mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan balita, serta mengapresiasi peran aktif orang tua dan puskesmas dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Arya Rafizqy Edmi, salah satu peserta dari Puskesmas Beriang Tinggi, berhasil meraih juara kedua dalam kategori usia 24-59 bulan, dan mendapatkan hadiah sebesar Rp750 ribu. Namun, kebahagiaan atas pencapaian ini sedikit terganggu oleh permasalahan yang muncul terkait distribusi hadiah.

Migus, orang tua Arya, mengungkapkan bahwa dua staf dari Puskesmas Beriang Tinggi inisial H dan Y meminta sebagian hadiah senilai Rp350 ribu, yang mengatasnamakan Kapus (Kepala Puskesmas) dengan alasan transportasi dan operasional ke Bintuhan.

Menanggapi hal ini, Kepala Puskesmas Beriang Tinggi, Venisa Gustian, S.ST, yang saat ini tengah dinas luar, memberikan klarifikasi melalui sambungan telepon kepada awak media ini senin, 28/10/2024.

Ia menyatakan bahwa dirinya tidak pernah memberikan instruksi terkait pemotongan hadiah yang diterima peserta balita. Venisa menegaskan bahwa hadiah tersebut sepenuhnya merupakan hak dari peserta dan tidak boleh dikurangi.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Beriang Tinggi untuk memastikan bahwa peserta yang ikut lomba harus mendapat fasilitas yang memadai tanpa beban tambahan. Jangan sampai peserta atau orang tua terbebani biaya tambahan dalam kegiatan yang seharusnya menjadi momen apresiasi bagi mereka,” ujar Venisa dengan tegas.

Miskomunikasi ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak terkait. Dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat, transparansi dalam distribusi hadiah atau fasilitas sangat krusial untuk menghindari kesalahpahaman dan memastikan acara berjalan sesuai tujuan awal, yakni memperingati HKN dengan semangat kejujuran dan tanggung jawab.

Ilpi.T

Artikel ini telah dibaca 1,437 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Hanya Tuhan Yang Tau Kasus MBG di Ba’a: Anak-anak Tak Dapat Makan sudah Lima Bulan, Anggaran Ada – Perlu Klarifikasi dari Pengelola Dapur Metina

27 Januari 2026 - 08:08 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 21:30 WITA

Tak Henti-henti Usman Husin Anggota DPR RI Memberikan Perhatian kepada Masyarakat NTT

20 Januari 2026 - 20:44 WITA

Banjir di Rote Timur Sudah Ada Sebelum Pembangunan Tambak Garam, Dampak Positif Industri Didukung Masyarakat

19 Januari 2026 - 15:49 WITA

Trending di Aceh